Pihak Omega Film selaku importir film Harry Potter tak mempersoalkan rencana Raam Punjabi Cs membentuk importir film baru dan mengimpor film dari Motion Picture Association of America (MPAA).
Omega justru menyambut baik rencana tersebut meski tujuan Raam Punjabi Cs membentuk importir film dalam rangka menyaingi mereka.
"Kami menyambut baik hadirnya importir baru," kata Direktur PT Omega Film Ajay Fulwani kepada detikFinance, Kamis (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap semua importir dapat bersama-sama membangun pasar perfilman Indonesia dengan baik, tanpa mendiskriditkan salah satu pihak dengan fitnah," katanya.
Sebelumnya produser film Raam Punjabi, Pemilik Perusahaan Bintang Group Ilham Bintang, dan Presiden Komisaris Blitzmegaplex A.M. Hendropriyono membentuk perusahaan importir film bernama Sinar Surya Sinema (S3).
Pembentukan Sinar Surya Sinema bertujuan untuk menandingi importir film baru Omega Film yang selama ini diduga terafiliasi dengan 21cineplex yang merupakan pemilik jaringan bioskop 21 dan XXI.
Raam yakin untuk mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia bukanlah hal yang sulit. Hanya saja untuk mendapatkan film Hollywood dari MPAA butuh upaya keras.
Menurutnya diperlukan lobi yang membutuhkan campur tangan pemerintah. Pasalnya, pihak MPAA pastilah lebih tergiur dengan importir Omega yang memiliki jumlah layar yang banyak.
"Izin lokal nggak ada masalah, tapi bagaimana melobi, itu tugas Menteri Keuangan atas inisiatif Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Rencananya kita akan lobi ke sana dengan niat tulus untuk menghilangkan monopoli guna mendukung Menteri Keuangan yang anti monopoli," tegasnya.
Raam yakin jika pemerintah bisa menjadi perpanjangan tangan rakyatnya yang ingin menghapuskan praktik monopoli tersebut, maka nantinya setiap anggota MPAA yang berjumlah 6 anggota memiliki 1 importir.
"Nanti 1 anggota 1 perusahaan, sekarang ada 6 anggota," jelasnya.
Selama ini anggota MPAA adalah 6 besar produsen film AS yaitu Disney, Fox, Warner, Columbia, Paramount, dan Universal.
Enam produsen film ini biasa bekerjasama dengan dua importir film dalam negeri yaitu PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Esthetika yang masih ada kaitannya dengan jaringan bioskop 21cineplex. Namun karena kendala kisruh pajak, dua importir film itu tak bisa mengimpor film, yang kemudian memunculkan nama baru importir Omega Film.
(hen/ang)











































