Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti kepada detikFinance, Senin (8/8/2011).
"Pokoknya mereka (maskapai) hanya bisa menyesuaikan harga sesuai batas atas yang telah ditentukan. Selama ini memang mereka masih di bawah batas atas, sehingga kalau dinaikkan sampai batas maka masyarakat seolah-oleh melihat adanya kenaikan," tutur Herry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry mengatakan, menjelang lebaran ini sudah ada 10 maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan guna mengantisipasi melonjaknya penumpang saat lebaran.
Adapun empat maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan adalah Garuda Indonesia, Metro Batavia, Indonesia Air Asia, Express Air, Singapore Airlines, Cathay Pasific, Hongkong Airlines, China Airlines, Silk Air, dan Tiger Airlines.
Penerbangan tambahan ini diajukan selama 16 hari mulai 23 Agustus sampai dengan 7 September 2011 (H-7 sampai dengan H+7) untuk rute dalam dan luar negeri.
Dengan adanya penerbangan tambahan ini maka secara total terdapat tambahan kapasitas tempat duduk sebanyak 67.600 tambahan tempat duduk.
Adapun rute-rute yang diajukan maskapai penerbangan nasional untuk penerbangan tambahan domestik antara lain Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Makasar, Jakarta-Medan, Jakarta Semarang, Jakarta-Solo, Jakarta Pangkal Pinang, Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Padang, Jakarta-Malang, Jakarta-Pontianak, dan Denpasar Surabaya.
Sedangkan untuk rute-rute internasional yang dimintai tambahan penerbangan antara lain rute Jakarta-Hong Kong, Surabaya-Hong Kong, Denpasar-Hong Kong, Surabaya-Singapura, Jakarta-Taipe, Jakarta-Singapura, Medan-Singapura, Palembang-Singapura, Kuala Lumpur-Medan.
"Untuk persetujuannya, kita lihat slot di bandara apakah memadai. Kita akan setujui sebelum jadwal penambahan penerbangan tersebut. Jadi kita evaluasi apakah slotnya ada," tukas Herry.
(dnl/qom)











































