Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan Tiket Pesawat Lebaran

Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan Tiket Pesawat Lebaran

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2011 10:47 WIB
Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan Tiket Pesawat Lebaran
Jakarta - Kementerian Perhubungan menjamin tidak akan ada kenaikan tiket pesawat pada saat lebaran. Maskapai dilarang keras untuk menaikkan harga tiket pesawat melebihi batas atas yang telah ditentukan.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti kepada detikFinance, Senin (8/8/2011).

"Pokoknya mereka (maskapai) hanya bisa menyesuaikan harga sesuai batas atas yang telah ditentukan. Selama ini memang mereka masih di bawah batas atas, sehingga kalau dinaikkan sampai batas maka masyarakat seolah-oleh melihat adanya kenaikan," tutur Herry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan batas atas ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2010 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Herry mengatakan, menjelang lebaran ini sudah ada 10 maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan guna mengantisipasi melonjaknya penumpang saat lebaran.

Adapun empat maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan adalah Garuda Indonesia, Metro Batavia, Indonesia Air Asia, Express Air, Singapore Airlines, Cathay Pasific, Hongkong Airlines, China Airlines, Silk Air, dan Tiger Airlines.

Penerbangan tambahan ini diajukan selama 16 hari mulai 23 Agustus sampai dengan 7 September 2011 (H-7 sampai dengan H+7) untuk rute dalam dan luar negeri.

Dengan adanya penerbangan tambahan ini maka secara total terdapat tambahan kapasitas tempat duduk sebanyak 67.600 tambahan tempat duduk.

Adapun rute-rute yang diajukan maskapai penerbangan nasional untuk penerbangan tambahan domestik antara lain Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Makasar, Jakarta-Medan, Jakarta Semarang, Jakarta-Solo, Jakarta Pangkal Pinang, Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Padang, Jakarta-Malang, Jakarta-Pontianak, dan Denpasar Surabaya.

Sedangkan untuk rute-rute internasional yang dimintai tambahan penerbangan antara lain rute Jakarta-Hong Kong, Surabaya-Hong Kong, Denpasar-Hong Kong, Surabaya-Singapura, Jakarta-Taipe, Jakarta-Singapura, Medan-Singapura, Palembang-Singapura, Kuala Lumpur-Medan.

"Untuk persetujuannya, kita lihat slot di bandara apakah memadai. Kita akan setujui sebelum jadwal penambahan penerbangan tersebut. Jadi kita evaluasi apakah slotnya ada," tukas Herry.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads