Hadapi Krisis AS dan Eropa, Pemerintah Tak Panik Tapi Waspada

Hadapi Krisis AS dan Eropa, Pemerintah Tak Panik Tapi Waspada

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2011 11:58 WIB
Hadapi Krisis AS dan Eropa, Pemerintah Tak Panik Tapi Waspada
Jakarta - Pemerintah mengatakan tak mau panik dalam menghadapi ancaman krisis utang yang terjadi di Eropa dan AS. Namun pemerintah terus mewaspadai ancaman tersebut sehingga tak berimbas ke dalam negeri.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/8/2011).

"Yang penting kita waspada jangan panik berlebihan. Yang penting kita waspada, itu saja," jelas Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, pemerintah tak kuasa untuk mempengaruhi pergerakan harga saham di bursa. Namun yang pasti pemerintah siap untuk menjaga kestabilan harga surat utang negara (SUN) dan juga menjaga APBN tetap aman.

"Pokoknya kita punya mekanisme crisis management protocol untuk menjaga SUN dan itu akan menjadi prioritas," jelas Bambang.

Pelemahan nilai dolar AS saat ini, dikatakan Bambang juga bakal menekan bunga utang pemerintah. "Saya lupa hitungannya, pokoknya pasti ada penghematan," imbuh Bambang.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, penurunan peringkat utang AS bakal membuat utang-utang AS menjadi mahak dan kemudian investor bakal mengalihkan investasinya ke negara-negara berkembang atau ke komoditas seperi emas.

Seperti diketahui, koreksi masif yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir ini akibat krisis di AS dan Eropa.

Membuka perdagangan awal pekan, IHSG terpangkas 65,057 poin (1,66%) ke level 3.856,586. Indeks LQ 45 melemah 16,148 poin (2,32%) ke level 677,145.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads