Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (8/8/2011).
"Yang bagus adalah PNS makin sejahtera dulu 13 persen jadi 17 persen," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rusman juga mengatakan, ada pergeseran tingkat pendidikan para jamaah haji di Indonesia. Pada tahun 2000, jumlah jamaah haji yang tidak tamat SD persentasenya mencapai 46,4% dari kuota yang ada. Sedangkan di 2010 sudah tidak ada lagi jamaah haji yang tidak tamat SD.
"Tahun 2000, paling besar 46% masih buta huruf, pada 2010 paling banyak yang lulus SD 35,95%. Ada pergeseran ke arah pndidikan yang lebih baik, jadi bagaimana kebijakan karena jamaah semakin baik dalam pendidikan," ujarnya.
Begitupun dengan jenis pekerjaan. Rusman menyatakan pada 2000, kebanyakan jamaah haji memiliki pekerjaan sebagai petani. Namun pada 2010, lebih variatif di mana ada peningkatan untuk karyawan swasta dari 14,29% pada 2000 menjadi 23,14% di 2010.
Untuk klasifikasi umur, Rusman menilai umur masyarakat Indonesia memiliki umur yang lebih panjang. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jamaah haji Indonesia yang memiliki umur 51-60 tahun, 61-70 tahun, dan ada juga yang 80 tahun ke atas.
"Ada penurunan pada kelompok umur bawah, persentasenya menurun, tapi 51-60 tahun meningkat pesat. Ini dari umur, orang Indonesia semakin panjang, mungkin dulu yang sudah uzur sekarang bisa ikut lagi," tandasnya.
(dnl/hen)










































