Indeks Kepercayaan Konsumen Menguat

Indeks Kepercayaan Konsumen Menguat

- detikFinance
Selasa, 29 Jun 2004 17:35 WIB
Jakarta - Kegiatan pemilu Mei lalu terfokus pada kegiatan mencari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang lebih melibatkan kalangan elit politik. Sementara itu, masyarakat tidak seantusias bulan Maret atau April saat kampanye dan penghitungan pemilu legislatif berlangsung. Akibatnya, perhatian mereka pun menjadi lebih tercurah pada persoalan ekonomi dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya.Masyarakat merasa optimis dengan perkembangan ekonomi yang terjadi sehingga Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) meningkat dari 94,7 menjadi 97,6. Kenaikan IKK terutama dipicu oleh perbaikan Indeks Situasi Sekarang (ISS) sebesar 7,2 persen, sedangkan Indeks Ekspektasi (IE) hanya naik sedikit dari 110,6 menjadi 111,7.Demikian hasil survei kepercayaan konsumen oleh Danareksa Research Institute yang diterima detikcom, Selasa (29/6/2004).Setelah terpuruk pada April lalu, persepsi masyarakat akan perbaikan ekonomi mengalami peningkatan yang cukup kuat di bulan Mei 2004, baik secara lokal maupun nasional. Akibatnya, indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja naik signifikan sebesar 19,5 persen.Konsumen juga optimis pemulihan ekonomi yang diharapkan akan menciptakan lapangan kerja baru akan terjadi dalam enam bulan mendatang. Akan tetapi, indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap prospek pendapatan rumah tangga dalam enam bulan mendatang tidak banyak berubah di level 107,8. Hal ini mungkin berkaitan dengan rasa cemas masyarakat kalau-kalau pemilihan presiden dan wapres dapat mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.Masyarakat umumnya menganggap masih ada ketidakpastian dalam pemilu presiden yang baru pertama kali ini dilakukan, kendati pemilu legislatif yang lalu, dapat berjalan dengan lancar tanpa kekerasan. Tidak seorangpun yang merasa yakin tentang apa yang terjadi dari Juni hingga proses pemilu ini berakhir pada November mendatang.Sebagai respons dari meningkatnya ketegangan dalam menghadapi pemilihan presiden dan wapres yang berlangsung pada 5 Juli 2004, konsumen kelihatan enggan untuk mengambil risiko dan lebih memilih untuk mencadangkan lebih banyak uang kas untuk berjaga-jaga.Akibatnya, proporsi konsumen yang berencana untuk membeli barang tahan lama (durable goods) dalam enam bulan mendatang merosot dari 24,6 persen menjadi 18,7 persen pada bulan Mei. Masyarakat bahkan menjadi kurang yakin apakah pemerintah dapat seefektif keadaan normal dalam menstabilkan harga (indeksnya turun 1,2 persen), membangun infrastruktur publik (minus 3,0 persen), menjaga keamanan (minus 4,6 persen) dan penegakan hukum (minus 5,2 persen).Hal itu berdampak Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) pun turun sebesar 3,0 persen. Namun, masyarakat masih yakin akan kemampuan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan, dimana indeksnya naik tipis sebesar 0,1 persen. Keyakinan tersebut menunjukkan kepercayaan konsumen bahwa pemulihan ekonomi nasional akan terus berlangsung. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads