"Apapun yang dikatakan lembaga pemeringkat, kita telah dan selalu menjadi negara triple-A," ujar Obama dalam pidato pertamanya setelah S&P menurunkan peringkat AS, seperti dikutip dari AFP, Selasa (9/8/2011).
Namun Obama mengakui pendukung kuat perseteruan di Washington telah menghambat upaya memperbaiki perekonomian. Ia pun menyerukan semua lini bersatu untuk mengendurkan defisit yang diperkirakan menembus US$ 1,6 triliun pada tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pidato Obama yang mencoba meyakinkan AS masih merupakan salah satu negara paling aman untuk berinvestasi itu tidak mendapat tanggapan positif. Pasar saham global bahkan semakin jatuh.
Pada perdagangan Senin (8/8/2011), indeks Dow Jones ditutup ambles 634,76 poin (5,55%) ke level 10.809,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 79,92 poin (6,66%) ke level 1.119,46, dan Nasdaq merosot 174,72 poin (6,90%) ke level 2.357,69. Anjloknya Wall Street langsung diikuti oleh bursa regional.
Kejatuhan bursa Wall Street terjadi setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's menurunkan peringkat AAA yang sudah sekian lama disandang AS. Penurunan peringkat AS terjadi karena lembaga pemeringkat mencermati masalah utang AS dan defisit yang tak kunjung berkurang. Bahkan AS kembali mencetak rekor utang, setelah Kongres dan Senat menyetujui kenaikan batas utang AS. Saat ini utang AS tercatat sebesar US$ 14,5 triliun atau 100% PDB.
(qom/dnl)










































