Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengusulkan untuk dibentuknya BUMN baru yang mengurusi masalah garam.
"Kami sudah berbicara dengan Menteri BUMN, mereka (PT Garam) kurang performa. Ada PT Garam baru bagus juga," kata Fadel ketika ditemui di kantornya, Selasa (9/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadel menambahkan, PN Garam akan mendapatkan dana PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) dari Pertamina sebesar Rp 64 miliar untuk menyerap garam dari petani.Ia akan melakukan pembicaraan dengan PT Garam untuk melihat penggunaan dana tersebut.
"Kita akan dapat uang dari pertamina Rp 64 miliar, kita mau lihat mereka belanjakannya bagaimana," imbuhnya.
Pihak PT Garam jauh sebelumnya telah menyatakan siap menjadi lembaga stabilisasi harga garam di dalam negeri layaknya Perum Bulog pada komoditi beras.
"Kamis siap menjadi lembaga stabilitator, kami siap punya network seluruh Indonesia, kami siap. Tapi sebagai stabilitator saja tapi bukan 100% diserap, kami ingin serap 40% saja, agar petani tidak didistorsi oleh pelaku di lapangan," kata Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irridenta beberapa waktu lalu.
(ade/hen)











































