"Tahun 2011 ini pedagang-pedagang akan menyerap seluruh produk garam petani tahun 2011," kata Sekjen Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakop) Tanu Wihodhino kepada detikFinance, Rabu (10/8/2011).
Tanu mengatakan siang ini ia dan para petani garam melakukan rapat dengan kementerian perindustrian dan perdagangan. Namun belum ada kesepakatan terkait kapan berlangsungnya panen raya yang menjadi periode haram bagi masuknya garam impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan berdasarkan BMKG hingga Agustus ini masih terjadi hujan yang sedikit banyak akan mempengaruhi produksi garam. Untuk itu ia mengharapkan agar sisa kuota izin impor garam yang telah dikeluarkan tetap direalisasikan. Sebagai catatan kuota impor garam tahun ini mencapai 1.040.000 ton sementara realisasi impor per 8 Agustus telah mencapai 923.000 ton.
"Kita hitung ternyata stok garam yang ada di petani sudah dibeli. Kalau hari ini hujan, kalau Indonesia kekurangan garam siapa yang tanggung jawab," katanya
Sementara itu salah satu petani garam asal Sampang Madura, Muhammad Hisam mengatakan bahwa stok garam di petani hingga kini masih banyak. Ia menyatakan dari produksi 16.000 ton garam di Sampang saat ini masih tersisa 4.000 ton. "Bahkan kalau besok bisa sampai 5.000 ton," katanya.
(hen/dnl)










































