Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Kantor Bank Indonesia (BI), Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
"Pelajaran yang diambil adalah kelola utangmu, jadi ini pesan jangan besar pasak dari tiang. Pesan global ini adalah kita tahu bahwa rasio debt to GDP (rasio utang terhadap PDB) negara maju itu besar-besar sekali," kata Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus membanggakan penurunan rasio utang terhadap PDB Indonesia di mana 10 tahun lalu mencapai 80%. Sekarang, sambung Agus turun menjadi sebesar 26%.
"Jadi turun kan rasio utang kita. Nah kalau di negara lain itu naik semua bahkan banyak yang melebihi 100%, kemarin Jepang saja sudah sampai 200% dari PDB-nya," tegas Agus.
Lebih jauh Agus mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup baik. Oleh karena itu, menurut Agus seandainya koreksi valuasi lebih karena pengaruh global yang bersifat sementara.
"Dengan adanya koreksi di global kemungkinan memang sempat devaluasi saham di pasar modal yang memang terjadi di beberapa saham ada yang price to earning ratio tinggi," terangnya.
"Ada koreksi di pasar ekuitas, tapi secara umum neraca pembayaran kita sehat, dengan cadangan devisa yang cukup dan pasar modal yang juga baik," tukasnya.
(dru/dnl)
