Demikian disampaikan Agung dalam wawancara khususnye dengan detikFinance di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Jend.Ahmad Yani, Jakarta.
"Masyarakat saya imbau berhubungan langsung dengan bea cukai, jangan menggunakan calo,orang yang tidak bertanggung jawab. Ini sering terjadi, terutama perorangan yang tidak mengetahui prosedur. Sekarang di setiap kantor ada client coordinator, semacam customer service-nya bank, mereka akan menjelaskan setiap prosedur. Ini di setiap kantor kita siapkan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang mengaku pegawai Bea Cuka itu sudah puluhan, banyak yang mengutip itu untuk kepentingan pribadi. Saya tidak menutup kemungkinan, mungkin ada (aparat Bea Cukai yang menyeleweng), tapi banyak melakukan tindakan ilegal mengatasnamakan BC, itu membuat teman-teman terdemotifikasi, kita selalu dijadikan kambing hitam," keluhnya.
Dengan adanya client coordinator ini, tambah Agung, masyarakat mendapatkan informasi yang resmi dan sesuai prosedur.
"Kalau mau tahu yang betul, datang ke bea cukai, dia selalu menitipkan ke orang, apakah orang dalam, atau mengaku sudah ahli, padahal calo, kalau terjadi apa-apa, mereka bilang orang bea cukai yang menahan. Padahal, kita diawasi KPK, mengundang KPK, apakah kita sudah menjalankan tugas dengan baik atau tidak," tandasnya.
(nia/qom)











































