Impor Pangan Tersandera Kepentingan Banyak Mafia

Impor Pangan Tersandera Kepentingan Banyak Mafia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2011 13:06 WIB
Impor Pangan Tersandera Kepentingan Banyak Mafia
Jakarta -

Impor pangan Indonesia kian tahun semakin membesar bahkan tak menunjukan tren penurunan. Proses importasi dianggap sebagai lahan basah yang melibatkan banyak pihak.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur menuturkan saat ini banyak pihak yang berkepenntingan agar impor pangan tetap berlangsung.

"Masalah impor pangan sudah tersandera banyak kepentingan mulai dari partai politik, pengusaha dan kepentingan individu," kata Natsir kepada detikFinance, Kamis (11/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natsir menambahkan sudah berulang kali ia mengatakan bahwa porsi pangan impor mencapai 65%. Jika ini terus dibiarkan maka Indonesia terancam jadi negara yang bergantung pangan dari negara lain.

"Komoditas pangan tersandera kepentingan orang politik, impor beras, kedelai, jagung ada mafianya,"katanya.

Ia juga mengatakan masalah koordinasi antar pemerintah dalam menentukan impor juga kerap jadi masalah. Ia mengilustrasikan dalam kasus impor garam, ada mekanisme yang tak jalan misalnya kementerian kelautan dan perikanan sebagai kementerian teknis terkesan tak terlibat. Sementara masalah itu hanya menjadi pembahasan kementerian perdagangan dan perindustrian.

"Saya minta mendag (menteri perdagangan) tak gegabah impor garam, kalau mendag memutuskan tanpa rekomendasi dari kementerian teknis, itu salah," katanya.

Natsir juga merasa sudah bosan dengan sikap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang terkesan begitu melonggarkan importasi termasuk komoditi pangan.

"Kalau urusan Mari (Mendag) terserah lah mau ancur-ancur," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Juni 2011 nilai impor pangan Indonesia menembus US$ 5,36 miliar atau setara Rp 45 triliun. Sebanyak 28 komoditi pangan yang diimpor itu antaralain beras, jagung, kedelai, gandum,terigu, gula pasir, gula tebu, daging sapi, daging ayam, mentega, minyak goreng, susu, bawang merah, bawang putih, telur,kelapa, kelapa sawit, lada, teh,kopi, cengkeh, kakao, cabai segar dingin, cabai kering tumbuk, cabai awet, tembakau dan ubi kayu.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads