"Tadi dengar presiden katakan jangan kita terlalu orientasi internasional segala. Mari ke dalam negeri jangan sampai diambil orang lain, Artinya presiden juga setuju tidak ada impor garam berlebihan seperti sekarang," kata Fadel Muhammad saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/8/2011).
Fadel mengatakan selain temuan gudang penimbunan 11.600 ton garam impor asal India di Ciwandan, Cilegon Banten beberapa waktu lalu. Saat ini juga ditemukan ada 29.000 ton garam yang sama di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan tahun ini diperkirakan permintaan garam konsumsi (rumah tangga dan industri kecil) akan mencapai 1,6 juta ton. Ia optimis dari angka itu sebanyak 1,4 juta ton dapat dipenuhi dari dalam negeri. Sementara sebanyak 1,8 juta ton dibutuhkan untuk garam industri yang saat ini belum bisa dipenuhi dari dalam negeri.
"Konsumsi 1,6 juta, minimum 800.000 ton saya sanggup. Kita jangan dibombardir impor. Saya katakan hentikan impor," katanya.
Namun Fadel membantah sikapnya yang begitu mengecam Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu terkait banjirnya garam impor karena ada permasalahan pribadi.
"Tidak ada. Ini kan untuk petani. Saya terima kasih didukung media massa. Kita berikan ke masyarakat untuk dapatkan harga wajar," katanya.
(hen/dnl)











































