Kuroda telah dipilih menjadi Presiden ADB sejak November 2004, dan resmi menjabat sejak 1 Februari 2005 menggantikan Presiden ADB sebeumnya Tadao Chino.
Kuroda merupakan Presiden kedelapan ADB. Di bawah kepemimpinan Kuroda, ADB mengadopsi strategi jangka panjang untuk fokus ADB hingga 2020, yaitu fokus pada agenda operasionalnya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa terhormat dengan keputusan dari dewan gubernur agar saya bisa kembali melayani ADB untuk 5 tahun ke depan. Sementara negara-negara di Asia dan Pasifik telah membuat pertumbuhan yang signifikan semenjak saya bergabung dengan ADB 6 tahun yang lalu," kata Kuroda seperti dikutip dari siaran pers ADB, Kamis (11/8/2011).
Kuroda mengenang masa lalunya. Dia mengatakan saat ini di dunia masih terdapat ratusan juta orang-orang miskin. "Jadi masih banyak tugas yang harus dilakukan," imbuhnya.
Sebelum bergabung dengan ADB, Kuroda merupakan penasihat khusus pada kabinet Jepang saat pemerintahan Perdana Menteri Junichiro Koizumi. Kuroda merupakan seorang Profesor Ekonomi di Universitas Hitotsubashi di Tokyo.
(dnl/hen)











































