Bea Cukai Terus Tagih Pajak Royalti Impor Film

- detikFinance
Jumat, 12 Agu 2011 12:59 WIB
Jakarta - Dua importir film yang bermasalah yaitu PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Esthetika terancam tidak bisa melakukan banding ke Pengadilan Pajak. Kedua importir tersebut tidak memenuhi persyaratan pengajuan yaitu melunasi tunggakan pokok pajak bea masuk.

"Ya yang satu itu sudah bayar, yang dua kelihatan secara formalitas dia tidak memenuhi syarat ya, artinya orang mengajukan ke pengadilan itu kan harus memenuhi pelunasannya dulu, nah dia tidak melunasi juga. Tergantung di pengadilan ditolak atau tidak, tapi kayaknya ditolak, saya belum bisa menyampaikan secara resmi karena itu masih dalam proses pengadilan," kata Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono saat ditemui di Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai DKI Jakarta, Jumat (12/8/2011).

Menurutnya berdasarkan falsafah pengadilan pajak, pihak penggugat harus melunasi pokok pajaknya, tidak termasuk sanksi administrasi. Jika ditolak Pengadilan Pajak, Agung menyatakan pihaknya akan terus menagih hingga para importir film yang masih memiliki tunggakan pajak melunasinya.

"Yang jelas utangnya masih tetap ada, selama utang tidak dibayar pasti tidak akan dibuka blokirnya, karena itu wajib," tegasnya.

Sebelumnya Ditjen Bea Cukai telah mengizinkan satu importir dari tiga importir film yaitu PT Amero untuk melakukan importasi karena telah membayar tagihan pokok bea masuk film sebesar Rp 9 miliar.

Total tunggakan ketiga importir tersebut sekitar Rp 31 miliar dan belum ditambah dengan denda berkisar 100-1.000%. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan imbalan yang dibayarkan kepada produser film di luar negeri yang mencapai Rp 314 miliar.

(nia/hen)