Salah satu kebocoran yang akan ditutupi adalah seperti aksi sindikat pita cukai palsu yang kerap kali terjadi.
"Pita palsu ini, merupakan distorsi dari penerimaan. Ini cukup mengganggu, tingkat penerimaan akan terganggu," ujarnya saat ditemui di Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai DKI Jakarta, Jumat (12/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kita melakukan penindakan ini, efeknya tidak bisa dihitung secara langsung, misalnya kita kasih efek jera, mereka bisa tidak melakukan lagi. Kita usahakan kebocoran-kebocoran dari sisi penerimaan ditutup dengan kegiatan intelijen, dengan penindakan lebih baik," jelasnya.
"Penerimaan bea masuk, keluar cukai semester 1 sudah memenuhi target, bahkan akan melampaui, kita optimis sampai akhir tahun akan mencapai target. Bahkan dengan kinerja yang luar biasa, maka nilainya akan ditambah, nilainya ditambah sekitar Rp 30 triliun targetnya," ujarnya.
Untuk penerimaan cukai, berdasarkan data Ditjen Bea Cukai untuk APBN 2011 targetnya sebesar Rp 62,76 triliun. Pada 31 Juli 2011, realisasi pencapaian target tersebut sudah mencapai 66,39 persen atau sebesar Rp 41,67 triliun.
Sedangkan realisasi bea masuk per 31 Juli 2011, sudah mencapai 78,6 persen dari target dalam APBN 2011 sebesar Rp 17,9 triliun atau sebesar Rp 14,07 triliun. Sementara bea keluar, realisasinya sudah mencapai 359,53 persen dari target Rp 5,1 triliun atau sebesar Rp 18,36 triliun.
(nia/dnl)











































