Anggota DPR Juga 'Latah' Kunjungi Pasar Tradisional

Anggota DPR Juga 'Latah' Kunjungi Pasar Tradisional

- detikFinance
Minggu, 14 Agu 2011 13:43 WIB
Anggota DPR Juga Latah Kunjungi Pasar Tradisional
Makassar - Pasar tradisional rupanya menjadi tempat kunjungan favorit bagi para pejabat di akhir pekan mendekati Lebaran.

Seperti yang dilakukan Ketua Fraksi Demokrat DPR-RI yang juga anggota Komisi IV DPR Jafar Hafsah yang mengurusi bidang Pangan. Jafar hari ini melakukan pemantauan harga-harga sembako di Pasar Induk Terong, Makassar, Minggu (14/8/2011).

Jafar yang didampingi Bendahara Umum DPD Demokrat Sulawesi Selatan, Andre Alam Bulu dan para stafnya, berdialog dengan para pedagang terkait ketersediaan stok Sembako jelang lebaran di wilayah Makassar dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil pantauannya, Jafar menyebutkan kenaikan harga-harga Sembako masih dapat ditoleransi, yakni dengan kenaikan rata-rata 10%. Komoditi daging lokal dinilai Jafar tinggi permintaannya dari kalangan pengusaha katering dan perhotelan.

"Harga sembako di Makassar masih normal, stoknya banyak, makanya harganya tidak terpengaruh dengan fluktuasi harga pangan di Jawa," ujar Jafar.

Jafar menambahkan, ketersediaan stok pangan jelang Lebaran di Makassar masih normal dan tidak perlu dikhawatirkan. "Sumber daya alam di Sulawesi Selatan ini cukup untuk menyuplai stok-stok pangan yang dibutuhkan masyarakatnya," pungkas mantan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini.

Kegiatan serupa pun hari ini dilakukan oleh Menko Perekonomian Hatta. Misalnya Ketua PAN ini terlihat muncul di setidaknya di Pasar Baru, Bandung Minggu (7/8/2011) dan hari ini di Pasar Pesalaran, Plered, Cirebon (14/8/2011).

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsi) Ngadiran menuturkan apa yang dilakukan oleh seorang pejabat saat sidak atau berkunjung ke pasar tradisional hanya lah untuk kepentingan pencitraan saja. Ia menganggap kunjungan-kunjungan seremonial tersebut tak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pasar tradisional.

"Menteri rajin ke pasar terus apa harganya akan turun? kalau turun paling nanti naik lagi, ini model kampanye juga, persiapan 2014. Itu namanya menyelam sambil makan ikan, kalau dulu kan istilahnya sambil minum air, itu model pejabat zaman sekarang," ketus Ngadiran dihubungi terpisah.

(mna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads