Asia Rentan Tertular Virus Krisis AS dan Eropa

Asia Rentan Tertular Virus Krisis AS dan Eropa

- detikFinance
Senin, 15 Agu 2011 12:57 WIB
Asia Rentan Tertular Virus Krisis AS dan Eropa
Singapura - Asia, termasuk China dan India, akan rentan jika Amerika Serikat dan Eropa tergelincir ke dalam resesi yang lain. Kekhawatiran itu disampaikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Dalam pidato kebijakan tahunannya, Lee memperingatkan, dunia mungkin akan tenggelam ke dalam resesi lagi karena krisis utang di Eropa dan kesengsaraan ekonomi Amerika Serikat yang berakibat penurunan peringkat oleh Standard & Poor's.

"Eropa bermasalah, Amerika juga bermasalah," kata PM Lee dalam pidatonya seperti dikutip dari AFP, Senin (15/8/2011). Ia mengatakan, masalah tersebut telah memicu volatilitas pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lee menambahkan, volatilitas pasar "hanya cerminan dari masalah yang sebenarnya" yang mengurangi kepercayaan investor terhadap pemerintah AS dan Eropa apakah mereka dapat "membuat keputusan keras dan untuk menyelesaikan masalah yang mendalam dan sangat serius."

Pemerintah AS dinilai Lee menghabiskan dana terlalu banyak dan defisit fiskal "tidak berkesinambungan". Ia menambahkan, perpecahan mendalam antara Partai Republik dan Demokrat telah membuat negara lebih sulit untuk memecahkan masalah.

Atas masalah tersebut, Lee menilai China, India dan negara berkembang lainnya melakukan "cukup baik" untuk saat ini.

"Tapi jika Amerika dan Eropa akan masuk ke resesi yang lain, maka saya pikir China, India dan negara berkembang lain juga akan terpengaruh, juga akan rentan," ujar Lee memperingatkan.

"Dan karena itu Singapura harus waspada. Kita tidak perlu menekan tombol panik, tetapi kita harus waspada karena ada cukup kemungkinan bahwa dunia akan masuk ke resesi yang lain," tambahnya.

"Itu akan mempengaruhi kita dengan mudah bisa terjadi," tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami kontraksi 6,5% pada kuartal kedua sebagai permintaan elektronik global merosot, menurut data resmi. Singapura yang bergantung pada ekspor adalah ekonomi Asia pertama yang mengalami pertumbuhan negatif selama krisis global yang terakhir di tahun 2008 tetapi juga menyebabkan pemulihan dengan rebound perkembangan yang kuat di 2010.

Pasar di seluruh dunia telah bergolak di tengah kekhawatiran bahwa krisis utang AS dan zona euro dapat memicu resesi baru. Krisis dimulai di Yunani dan sekarang didorong oleh kekhawatiran bahwa Spanyol atau Italia mungkin default utang mereka.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads