Dalam pertemuan tersebut, Mustafa mengatakan sudah mulai ada kesepakatan antara APG dengan direksi berkaitan dengan perbedaan gaji pilot asin dan lokal.
"Saya langsung memimpin pertemuan tersebut dan suasana sangat terbuka. Dialog tidak ditutupi. Semua berhasil dipecahkan, dan ada kesepakatan. Pertemuan tersebut dihadiri 5 penerbang Garuda dan 6 dari direksi Garuda," tutur Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk usia pensiun yang diharapkan itu 56 tahun, tapi saya mengatakan jangan 56 tahun, tetap pertahankan 60 tahun. Bahkan di luar negeri ada yang hingga 65 tahun. Jadi sekarang gap makin kecil," jelasnya.
Mustafa mengatakan, dirinya langsung turun tangan membahas hal ini sehingga langsung selesai dan tidak ada pihak yang melanggar kesepakatan yang telah dibentuk.
"Kalau ada komitmen yang terlanggar, saya akan beritakan langsung. Makanya ini langsung ditangani saya," jelasnya.
Sebelumnya pada Kamis (27/7/2011) Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi mogok kerja di Bandara Soekarno-Hatta. Aksi mogok dilakukan karena tuntutan kenaikan gaji belum ditanggapi oleh direksi Garuda.
Aksi mogok ini dilakukan sebagian pilot yang tergabung dalam APG, antara lain sebagai bentuk protes atas diskriminasi pendapatan pilot asing dengan pilot lokal. Awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) juga menyerukan mogok serupa.
(dnl/hen)











































