SBY Ingin Kurangi Jumlah Penduduk Miskin 1% Selama 2012

SBY Ingin Kurangi Jumlah Penduduk Miskin 1% Selama 2012

- detikFinance
Selasa, 16 Agu 2011 15:32 WIB
SBY Ingin Kurangi Jumlah Penduduk Miskin 1% Selama 2012
Jakarta - Jumlah penduduk miskin pada awal 2011 berkurang menjadi 30 juta orang atau 12,5%. Untuk 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin mengurangi minimal 1% menjadi sekitar 10,5% hingga 11,5%.

Demikian pula untuk angkatan kerja, pemerintah ingin menguranginya menjadi 6,4% hingga 6,6% di 2012. Pada awal 2011, jumlah pengangguran terbuka tercatat turun menjadi 8,1 juta orang atau 6,8%.

"Kita patut bersyukur, pertumbuhan ekonomi kita hingga saat ini terus meningkat. Momentum pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat itu telah makin memperluas lapangan kerja. Dengan perluasan lapangan kerja, tingkat pengangguran terbuka dapat kita turunkan," jelas SBY dalam pidato Nota Keuangan 2012 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengurangi pengangguran dan jumlah penduduk miskin, Presiden SBY mengaku telah mengajak semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, hingga BUMN untuk bersama-sama terlibat aktif dalam mempercepat dan memperluas perekonomian nasional.

"Upaya ke arah percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi itu, kemudian kita tuangkan ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, atau MP3EI," terang SBY.

Kebijakan baru ini adalah langkah terobosan strategis, untuk melengkapi strategi pembangunan yang bersifat sektoral dan regional, yang kita jalankan selama ini. Dalam rancang bangun MP3EI itu kita gunakan tiga strategi besar, yaitu:
  • Pertama, mengembangkan enam koridor ekonomi Indonesia, yang meliputi: koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan koridor Papua-Maluku;
  • Kedua, memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara internasional; dan
  • Ketiga, mempercepat kemampuan SDM dan IPTEK, untuk mendukung pengembangan program utama, dengan meningkatkan nilai tambah di setiap koridor ekonomi.
"Pengembangan keenam koridor ekonomi itu kita harapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan wilayah," papar SBY.
(qom/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads