APBN 2012 Defisit Rp 125 Triliun, SBY Andalkan Utang

APBN 2012 Defisit Rp 125 Triliun, SBY Andalkan Utang

- detikFinance
Selasa, 16 Agu 2011 16:17 WIB
Jakarta - Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2012 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 125,6 triliun atau 1,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah masih mengandalkan utang untuk menutupnya.

Demikian disampaikan oleh Presiden SBY dalam pidato 'Nota Keuangan 2012' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

"Pada dasarnya, defisit akan kita jaga dan kendalikan pada tingkat sebesar Rp 125,6 triliun atau 1,5% dari Produk Domestik Bruto. Jumlah ini, turun sebesar Rp 25,2 triliun dari target defisit anggaran dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 150,8 triliun atau 2,1% terhadap PDB," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY mengatakan untuk membiayai defisit anggaran itu, pemerintah berencana menggunakan sumber-sumber pembiayaan baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah itu dilakukan dengan tetap berorientasi pada pembiayaan yang stabil dan berkelanjutan, serta beban dan risiko seminimal mungkin.

"Sumber utama pembiayaan dalam negeri, tetap berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN, sedangkan sumber pembiayaan luar negeri berasal dari pinjaman luar negeri, berupa pinjaman program dan pinjaman proyek," kata SBY.

"Kita patut bersyukur masih mampu mengendalikan defisit dan menjaga ketahanan fiskal, di saat beberapa negara Eropa mengalami krisis fiskal dan utang pemerintah akibat kenaikan defisit mereka yang mencapai lebih dari 10% terhadap PDB," tambah SBY.

Dikatakan SBY, pemerintah terus berupaya menurunkan rasio utangnya terhadap PDB dari 25% di akhir 2011 menjadi 24% di 2012.

"Ini merupakan penurunan yang sangat berarti jika dibandingkan dengan rasio utang di 2004 yang mencapai 57%. Penurunan rasio utang pemerintah terhadap PDB, insya Allah, dapat lebih memperkuat struktur ketahanan fiskal kita, sejalan dengan tujuan Pemerintah untuk mencapai kemandirian fiskal yang berkelanjutan. Inilah bagian dari upaya kita untuk memelihara ketahanan ekonomi nasional," tukas SBY.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads