Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Garuda Pujobroto dalam siaran pers, Selasa (16/8/201).
"Selain melaksanakan penambahan penerbangan ekstra, Garuda juga mengoperasikan pesawat berbadan lebar pada rute atau penerbangan tertentu dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada lebaran tahun ini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Jakarta-Denpasar (36 penerbangan ekstra)
- Jakarta-Singapura (30 penerbangan ekstra)
- Jakarta-Padang (17 penerbangan ekstra)
- Jakarta-Jogjakarta (8 penerbangan ekstra)
- Denpasar-Surabaya (8 penerbangan ekstra)
"Sehubungan dengan perjalanan liburan mudik lebaran tersebut, maka untuk kenyamanan dan keamanan para penumpang, Garuda Indonesia menghimbau agar para penumpang merencanakan perjalanan sedini mungkin dan kiranya tidak melakukan penggantian reservasi secara mendadak. Para penumpang agar menyesuaikan nama direservasi/tiket dengan nama di KTP (kartu identitas)," kata Pujobroto.
Garuda Raup Untung Rp 133,4 Miliar
Selain itu, Pujobroto juga mengatakan di Juli 2011 perseroan berhasil meraih pendapatan Rp 2,45 triliun, meningkat 40% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun lalu Rp 1,74 Triliun.
Jumlah penumpang yang diangkut Garuda pada Juli 2011 ini juga meningkat signifikan mencapai 1,642 juta penumpang. Jumlah ini meningkat 30% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 1.159.749 penumpang.
Berkat pencapaian signifikan yang berhasil dicapai oleh Garuda tersebut, pada Juli 2011 ini Garuda berhasil membukukan laba usaha (operating profit) Rp 459,5 miliar dan laba bersih sebesar Rp 320 miliar. Laba usaha Garuda pada Juli 2011 ini meningkat sebesar 42,6% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 188,4 miliar.
Salah satu peningkatan lain yang berhasil dicapai Garuda di Juli 2011 adalah meningkatnya utilisasi armada Garuda yang mencapai 11: 23 jam per hari, dibanding periode yang sama tahun lalu, sebesar 10:23 jam per hari.
"Dengan pencapaian ini, hingga bulan Juli 2011, Garuda telah berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 133,4 milliar," tutup Pujobroto.
(dnl/dnl)











































