"Kita sebenarnya mesti melihat realitas yang ada dalam negara seperti apa. Kita harus melihatnya realistis saja dari fakta yang ada dan dua tahun yang lalu saya sudah menganalisa serta memberikan prediksi untuk kita berhati-hati pada perkembangan perekonomian global," tutur Mega.
Hal itu disampaikan Mega kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya melihat keadaan yang terjadi di Amerika dan Eropa. Hal-hal seperti ini secara wajar kita harus antisipasi jangan membuat pencitraan bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi di Indonesia. Saya tidak pesimistis tapi saya mengantisipasi,"ingatnya.
Ia juga meminta SBY introspeksi diri. Memikirkan banyak rencana ekonomi pembangunan nasional.
"Menurut saya kita harus introspeksi dan mengoreksi diri kita ini sepertinya tidak punya tujuan. Kita selalu berbicara dan terlalu banyak bicara sehingga akhirnya apa tujuan utama kita tidak punya GBHN lagi. ebagai sebuah negara apalagi membangun negara yang besar harusnya mempunyai prediksi ke depan yang kita kejakan paling tidak 50 tahun jangka pendek, menengah, dan panjang. Dan itu dengan konsisten dan harus dilaksanakan oleh para pemimpinnya," tandasnya.
Presiden SBY dalam pidato nota keuangannya kemarin memang menyebut soal kondisi perekonomian dunia yang sedang dilanda ketidakpastian. Namun Presiden SBY menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai level tertinggi sejak era krisis, meski perekonomian dunia dilanda ketidakpastian.
"Di ketidakpastian itu, ekonomi kita tahun ini diperkirakan 6,5 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun ini yang merupakan pertumbuhan tertinggi setelah krisis 1998 didukung oleh investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat," kata SBY saat menyampaikan Laporan Nota Keuangan RAPBN 2012 di gedung DPR-RI, Selasa (16//8/2011).
(van/qom)










































