Pengumuman itu terjadi kurang dari seminggu setelah harga emas mencapai rekor tinggi lebih dari $1.800 per ounce pada pekan lalu karena investor berbondong-bondong ke safe haven di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh krisis utang zona euro.
"Kami memiliki beberapa cadangan emas terbesar di dunia, dan... saya akan segera mengeluarkan undang-undang untuk mengambil alih sektor emas karena dalam keadaan anarki, dengan adanya mafia dan penyelundupan," kata Chavez kepada televisi pemerintah melalui telepon, seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Venezuela telah mengambil alih sejumlah sektor ekonomi strategis sejak 2007, dan pada tahun 2010 ia mengambil alih sekitar 500.000 hektar (1,2 juta hektar) lahan pertambangan emas.
Pemimpin sayap kiri itu telah sering bersumpah untuk mengambil alih sektor emas dalam rangka untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan pertambangan ilegal, yang menyumbang 60% dari produksi lokal.
"Kami akan menasionalisasi emas dan kami akan mengubahnya, antara lain, menjadi cadangan internasional, karena emas terus meningkat dalam nilai," kata Chavez.
Produsen emas di Venezuela sudah terikat oleh undang-undang 2009 untuk menjual 60% dari produksi mereka ke bank sentral negara itu.
Produsen utama, termasuk BUMN Minerven, Rusoro Rusia, telah menambang emas di negara Bolivar selatan, dan Geominsal Kuba, yang melakukan penilaian, semua dalam hubungan dengan negara.
Pada tahun 2010 produksi emas anjlok 56,9% dari tahun sebelumnya, menurut kementerian industri dan pertambangan. Venezuela memiliki cadangan emas 15 terbesar di dunia, dengan 365,8 ton diperkirakan, menurut World Gold Council.
(qom/qom)










































