Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/8/2011).
"Memang kenaikan tiket itu tidak bisa dihindari. Kenapa? Karena kami harus mengeluarkan dana yang juga banyak," ujar Jonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (para masinis) itu ada yang sudah 10 tahun lebih bahkan tidak bisa berlebaran. Itu karena apa? Ya menjalankan tugasnya. Jika tidak diberikan imbal jasa yang setimpal ya tidak manusiawi, kadang mereka nangis cerita tidak bisa berlebaran," ungkap Jonan.
Ia mengharapkan agar terjadinya kenaikan tiket khusus eksekutif bisa dimaklumi oleh masyarakat. Sebenarnya, kenaikan tiket ini merupakan sebuah hal yang memang terpaksa dilakukan.
"Bukan mencari untung, tapi kamu banyangkan saja jika menjadi masinis seperti apa, kita harus perhatikan kesejahteraan mereka," tukasnya.
Sebelumnya ia juga menuturkan akan ada petugas KAI yang di Jawa itu hampir 20.000 orang, tidak pernah cuti untuk menikmati Lebaran. Jadi ini harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemerintah, terkait lemburnya, dan sebagainya.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksikan jumlah penumpang angkutan kereta api mencapai 2,91 juta di lebaran 2011 ini. Adapun untuk kereta api jumlah kereta api reguler yang beroperasi sebanyak 198 KA Reguler dengan 17 KA tambahan. Terdiri dari 151 lokomotif dan 1.384 KA penumpang.
(dru/hen)











































