"Diversifikasi negara tujuan ekspor Indonesia yang telah berlangsung terutama ke negara emerging Asia akan mampu menopang tetap tingginya pertumbuhan ekspor non migas Indonesia ke depan," ungkap Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi Johansyah dalam diskusinya kepada wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/8/2011).
BI menyampaikan, pangsa ekspor beberapa negara tujuan utama seperti Jepang, Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan. Pangsa pasar Jepang turun dari 16,3% di 2009 menjadi 15,5% pada semester I-2011. Uni Eropa tercatat turun dari 11,4% pada 2009, menjadi 10,7% pada semester I-2011. AS turun dari 9% menjadi 8,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju diperkirakan cenderung melambat dalam keseluruhan tahun 2011, namun perekonomian dunia 2011 diperkirakan dapat mencapai 4,3% terutama dimotori oleh pertumbuhan ekonomi negara emerging yang tetap kuat," jelas Difi.
Ia menambahkan, negara tujuan ekspor nonmigas di kawasan Asia semakin memegang peranan penting dalamm menyokong kinerja ekspor nonbmigas Indonesia.
BI mencatat Neraca pembayaran Indonesia (NPI) meningkat pada kuartal II-2011 menjadi US$ 11,88 miliar, dibanding kuartal I-2011 sebesar US$ 7,67 miliar. Adapun total ekspor dalam NPI tercatat sebesar US$ 51,46 miliar pada kuartal dua, naik dibanding kuartal satu sebesar US$ 45,82 miliar.
Sementara impor juga mengalami kenaikkan dari US$ 37,13 miliar di kuartal I-2011 menjadi US$ 41,73 miliar di kuartal II-2011.
Dari jumlah tersebut, tercatat untuk nonmigas sendiri tercatat surplus US$ 10,64 miliar, naik dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 8,63 miliar.
"Ekspor nonmigas pada triwulan II-2011 mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 38,6% (yoy), didukung oleh meningkatnya volume perdagangan dunia dan tingginya harga komoditas internasional," tukasnya.
(dru/dnl)











































