BP-Posco Teken Kontrak Gas Senilai US$ 2 Milliar

BP-Posco Teken Kontrak Gas Senilai US$ 2 Milliar

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2004 11:57 WIB
Jakarta - Kontraktor bagi hasil asal Inggris BP Plc menandatangani kontrak penjualan LNG dengan perusahaan baja dari Korea Selatan, Posco, senilai US$ 2 miliar. BP harus memasok LNG sebanyak 550.000 ton per tahun mulai 2005 selama 20 tahun. Pasokan tersebut akan diambil dari lapangan milik BP Indonesia, Tangguh, Papua yang baru mulai beroperasi tahun 2008. Untuk tahap awal, pemerintah akan mengusahakan pasokan tersebut dari Bontang, Kalimantan.Adapun mengenai harga, BP Migas memastikan harganya jauh lebih baik daripada harga jual ke Fujian, Cina yang diteken pada tahun 2002. Namun demikian harga tersebut masih akan berfkuktuasi mengikuti formula penghitungan LNG yang sangat dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya harga minyak mentah. Menurut Deputi Keuangan dan Pemasaran BP Migas Eddie Purwanto, kontrak tersebut merupakan sebagian dari total kontrak 1.150.000 ton LNG yang seharusnya ditandatangani BP Plc dengan perusahaan Korea Selatan lainnya, K Power (dahulu bernama SK Corp). β€œBP diperkirakan akan menandatangani penjualan sebanyak 600.000 ton per tahun ke K Power. Jadi kalau ditotal dengan Posco maka nilai kontraknya mencapai US$ 3,5 miliar,” ujar Eddie, Kamis (1/6/2004).Posco sendiri saat ini tengah mempersiapkan terminal penerima LNG di Gwangyang, Korea Selatan. Posco memiliki dua pembangkit listrik dengan total kapasitas 845 megawatts. Lapangan Tangguh sendiri saat ini tercatat memiliki 14.4 triliun kaki kubik cadangan gas terbukti. Kilang tersebut akan mampu menghasilkan tujuh juta ton LNG per tahun yang dihasilkan dari dua train. Saat ini Tangguh telah memiliki komitmen 2,6 juta ton per tahun dengan Fujian, Cina. Dan saat ini tengah melakukan finalisasi perjanjian dengan Sempra untuk mencuplai 3,7 juta ton per tahun.Pemegang saham Tangguh diantaranya BP (37,16 persen), MI Berau BV (milik Mitsubishi Corporation dan INPEX Corporation 16,30 persen) dan CNOOC (16,96 persen). (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads