PT Pertamina (persero) telah menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang ditargetkan dari 2011-2015. Rencana jangka panjang ini sudah diakui oleh para pemegang saham BUMN Migas tersebut.
"Ini sekarang kita sudah ada pattern khusus bagi perusahaan untuk lima tahun ke depan. Jadi ini untuk rencana jangka panjang di 2011-2015 bagi Pertamina," kata Harun memulai pemaparannya, Jakarta, Jumat malam (20/8/2011).
Dari isi keuangan, pihak Pertamina berencana meraih laba bersih hingga Rp 54 triliun di tahun 2015. Ini mengalami kenaikan cukup signifikan dari target yang ditetapkan di 2011 sebesar Rp 17 triliun. Lebih rinci lagi, di tahun 2015, Pertamina berencana meraih pendapatan perusahaan sebesar Rp 709 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan plat merah itu berharap dapat meningkatkan cadangan migas di tahun 2015, meski pihaknya juga harus berupaya menahan laju penurunan migas setiap tahunnya (decline rate). "Untuk itu Pertamina agresif untuk terus melakukan eksplorasi berharap ada pertumbuhan cadangan minyak," tegas Harun.
Di sisi pengembangan energi panas bumi (Geothermal) pihak Pertamina juga memasang target capaian listrik yang dihasilkan hingga 1.322 MW (Megawatt) di 2015. Untuk tahun ini, kapasitas listrik yang dihasilkan dari pengolahan panas bumi Pertamina sudah mencapai 292 MW.
"Kita mengharapkan ada pertumbuhan 45% sampai tahun 2015 nanti. Maka itu kita terus melakukan pengembangan panas bumi, seperti di Lumut Balai, Ulubelu dan sebagainya," jelas Harun.
Termasuk pula dengan pengembangan gas, dimana pihaknya menharapkan ada kenaikan transportasi gas dari 472 juta kaki kubik per hari (mmscfd) menjadi 594 mmscfd di 2015. Untuk volume gas diharapkan ada peningkatan produksi dari 6,87 miliar btud (british thermal unit per day) menjadi 187 bbtud.
"Diharapkan juga kita bisa menaikkan 10% per tahun untuk produksi BBM (Bahan Bakar Minyak). Kalau dari kilang yang eksisting kita coba untuk menaikkan produksi 2%. Untuk penjualan BBM dari 75,8 juta KL ditargetkan bisa menjadi 93,6 juta KL per tahun," lanjut Harun.
(nrs/ang)











































