"Saat ini masih dalam finalisasi," ungkap Sandiaga kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (21/8/2011).
Menurutnya, tidak ada kendala yang mendasar dari proses akusisi tersebut tetapi memang membutuhkan waktu lama karena banyak yang dikerjakan. "Namun memang banyak yang mesti dikerjakan," ujar Sandiaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Mandala sudah berhenti beroperasi sejak 13 Januari 2011 akibat gangguan keuangan. Sandiaga melalui Saratoga akan menguasai 51% saham Mandala. Sementara 33% akan menjadi milik Tiger Airways, dan sisanya 16% akan menjadi pemilik para kreditur.
Mandala Airlines berhenti akibat kekurangan dana operasional dan menumpuknya utang hingga mencapai Rp 2,4 triliun. Jumlah utang Mandala Airlines mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.
Berhentinya operasional Mandala sempat mengejutkan karena sebelumnya maskapai ini sempat mencuatkan berbagai rencana ambisius.
Berbulan-bulan Mandala harus melakukan negosiasi restrukturisasi utang dengan para krediturnya, termasuk pada pemegang tiket yang meminta refund. Pada Maret lalu, restrukturisasi utang sudah tercapai dan Mandala siap menggaet investor baru.
Sandiaga juga sebelumnya berharap Mandala bisa terbang kembali pada tahun ini.
(dru/dru)










































