Pemudik Kereta Api Ramai-Ramai 'Hijrah' ke Pesawat Terbang

Pemudik Kereta Api Ramai-Ramai 'Hijrah' ke Pesawat Terbang

- detikFinance
Minggu, 21 Agu 2011 15:25 WIB
Pemudik Kereta Api Ramai-Ramai Hijrah ke Pesawat Terbang
Jakarta - Perusahaan penerbangan mengaku kebanjiran pemudik pada lebaran tahun 2011 ini. Hal ini dikarenakan pendapatan masyarakat yang meningkat sehingga terjadi migrasi pemudik yang menggunakan kereta api ke pesawat terbang.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar menyatakan untuk musim mudik lebaran tahun ini, pihaknya kebanjiran penumpang. Terjadi peningkatan pemudik sekitar 25 persen jika dibandingkan tahun lalu. Pada H-7 tahun lalu, terdapat 715 kursi, sementara tahun ini meningkat menjadi 891 kursi.

"Kita 25 persen kalau dibandingkan tahun lalu H-7 715 kursi, sekarang 891 kursi," ujarnya dalam jumpa pers di Kediaman Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jalan Denpasar, Jakarta, Minggu (21/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, pihaknya menyediakan 99 penerbangan ekstra ke Singapura, Bali, Padang, Jogjakarta, dan Surabaya untuk H-7 hingga H+7.

"Kita ada 99 ekstra flight, penerbangan kita sehari 350 flight jadi 14 hari dikali 350 dan ditambah 99 untuk lebaran ini," ujarnya.

Namun, hal berbeda terjadi bagi penumpang kereta api. Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan menyatakan penumpang kereta api mengalami penurunan hingga 20 persen untuk kelas eksekutif dari 90 ribu penumpang menjadi sekitar 74 ribu penumpang.

"Untuk kelas eksekutif penurunan 20 persen, penyebabnya pola konsumsi yang tumbuh. Tahun lalu 90 ribu sekarang 74 ribu untuk masa lebaran ini," ujarnya.

Namun, pihaknya masih menyediakan tambahan gerboong untuk penumpang ekonomi. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 28 gerbong tambahan disediakan pada Lebaran ini.

"Kita tidak ada tambahan lokomotif tapi ada tambahan gerbong, ada 28 rangkaian, biasanya 198 selama ini, kebanyakan 65 persen dari rangkaian untuk ekonomi," jelasnya.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan ada perubahan pola pemudik tahun ini. Hal itu disebabkan meningkatnya pendapatan masyarakat.

"Jadi di sini ada perpindahan dari penumpangnya Pak Jonan menjadi penumpangnya Pak Emir. Ini karena pendapatan masyarakat yang baik," kata Mustafa.

Dengan adanya penurunan penumpang Kereta Api, sambung Mustafa sehingga tingkat keamanan bisa lebih baik.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads