Mei, Ekspor Tembus US$ 5,5 M

Mei, Ekspor Tembus US$ 5,5 M

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2004 14:51 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2004 kembali bertahan di atas US$ 5 miliar di posisi US$ 5,50 miliar atau lebih tinggi 5,60 persen dibandingkan ekspor April sebesar US$ 5,21 miliar.Dengan posisi ekspor Mei tersebut menurut Kepala BPS Soedarti Surbakti, Kamis (1/7/2004) secara kumulatif ekspor Januari-Mei 2004 mencapai US$ 25,71 miliar atau naik 2,21 persen dibandingkan periode sama tahun 2003. Dari total ekspor Mei, ekspor non migas mencapai US$ 4,15 miliar atau naik 3,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sehingga secara kumulatif ekspor non migas Januari-Mei naik 1,97 persen dibandingkan periode sama tahun 2003.Menurutnya kenaikan ekspor non migas terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 86 juta sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 122,1 juta.Untuk ekspor non migas terbesar diduduki Jepang dengan angka sebesar US$ 653,9 juta disusul AS US$ 581,7 juta dan Singapura US$ 504,7 juta dengan kontribusi ketiganya sebesar 41,91 persen.Menurut sektor ekspor hasil industri dan pertambangan sepanjang Januari-Mei 2004 naik masing-masing 1,47 persen dan 12,21 persen dibanding periode sama 2003. Sebaliknya hasil pertanian turun 6,39 persen.Sementara untuk nilai impor pada Mei 2004 tercatat US$ 3,22 miliar atau turun 6,81 persen dibandingkan April yang tercatat US$ 3,46 miliar. Sedangkan selama Januari-Mei 2004 nilai impor mencapai US$ 16,88 miliar atau naik 24,38 persen dibandingkan periode sama tahun 2003 sebesar US$ 13,57 miliar.Untuk impor non migas tercatat US$ 2,42 miliar atau turun 6,63 persen dibandingkan April. Sedangkan secara kumulatif impor non migas tercatat US$ 12,77 miliar atau naik 21,83 persen.Impor non migas terbesar selama Januari sampai Mei 2004 terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 2,165 miliar atau 16,95 persen dari total impor non migas.Sedangkan negara pemasok terbesar ditempati Jepang dengan nilai US$ 2,044 miliar dengan pangsa 16,01 persen diikuti AS 10,10 persen dan Cina 9,13 persen. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads