Ini Dia 10 Pasar Tradisional Percontohan RI

Ini Dia 10 Pasar Tradisional Percontohan RI

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 16:15 WIB
Jakarta - Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi 10 pasar tradisional di sejumlah daerah untuk dijadikan pasar percontohan yang ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2011. Total dana yang dianggarkan untuk bangun 10 pasar percontohan ini sekitar Rp 100-120 miliar.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan dalam penandatangan Deklarasi Bersama untuk mendukung pengembangan pasar percontohan di Hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari, Senin (22/8/2011).

"Kira-kira dianggarkan 20-25% dari anggaran tahun ini untuk pasar percontohan. Tahun ini anggaran untuk pasar tradisional, pasar percontohan, dan pasar-pasar lainnya Rp 500 miliar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun 10 pasar tradisional yang akan menjadi percontohan adalah:

  1. Pasar Pangururan, Sumatera Utara
  2. Pasar Lambocca, Sulawesi Selatan
  3. Pasar Pattalasang, Sulawesi Selatan
  4. Pasar Grabag, Jawa Tengah
  5. Pasar Cokrokembang, Jawa Tengah
  6. Pasar Agung, Bali
  7. Pasar Minulyo, Jawa Timur
  8. Pasar Panorama, Bengkulu 
  9. Pasar Skow, Papua Barat
  10. Pasar Kewapante, Nusa Tenggara Timur.
Mari menjelaskan, pasar-pasar tradisional yang akan direvitalisasi merupakan pasar-pasar yang memang sudah mendarah daging di daerah tersebut karena hampir seluruh pasarnya sudah berumur lebih dari 25 tahun. Dirinya menjanjikan akan tetap mempertahankan budaya-budaya yang memang sudah turun-temurun di masing-masing daerah.

"Dari tinjauan kami ke sana, saya menemukan banyak hal yang unik dan menarik karena saya memang bukan dari daerah tersebut. Itu yang memang harus dipertahankan," janjinya.

Mari menjelaskan, beberapa contoh pasar tradisoonal misalnya di Samosir akan selalu berinteraksi dengan pasar apabila melakukan suatu hajatan. Ada lagi contoh di daerah Pacitan yang pasarnya juga terdapat taman bacaan dan pengembangan kebudayaan.

Kegiatan di pasar di Cokrokembang juga terdapat pandai besi dan di Bali, pasarnya juga untuk keperluan sembahyang karena terdapat Pura.

"Jadi pengembangan pasar ini bukan hanya ada aspek ekonomi saja, tapi juga aspek sosial budaya," ujarnya.

Mari juga berjanji, setelah merivitalisasi pasar-pasar ini, pihaknya akan terus mendampingi pasar-pasar tersebut selama 3 tahun ke depan. Selain itu akan dilakukan pengawasan bagi setiap pasar percontohan.

"Evaluasi akan dilakukan dengan beberapa parameter," ujar Mendag.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo menjelaskan pemerintah pusat akan memberikan sanksi tegas apabila ada pemerintah daerah yang tidak menjalankan komitmennya dalam pembangunan pasar rakyat ini.

"Yang paling tegas adalah anggaran dalam tahun berjalan tidak diserap akan dipotong," jelasnya.

(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads