Kantongi THR, Puncak Mudik Lebaran Terjadi H-3

Kantongi THR, Puncak Mudik Lebaran Terjadi H-3

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 19:47 WIB
Kantongi THR, Puncak Mudik Lebaran Terjadi H-3
Jakarta - Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik lebaran tahun ini akan berada pada Sabtu malam atau H-3 sebelum lebaran (27/8/2011). Alasannya adalah beberapa buruh di sekitar Jabodetabek yang akan melakukan mudik biasanya menunggu 'cairnya' THR mereka dari para bos.

Walaupun Peraturan pemerintah menyebutkan THR harus diberikan dua minggu sebelum lebaran, tapi masih banyak para pemilik perusahaan yang enggan memberikannya di tengah bulan puasa karena enggan ada buruhnya yang pulang kampung lebih awal.

"Diperkirakan puncak mudik itu malam minggu. Kebiasaan ya, mereka buruh pabrik nunggu THR turun dulu baru pulang. Banyak lho perusahaan yang ngasihnya mepet lebaran supaya nggak pulang dulu," ujar Kasubbid Pengendalian Oprasional Ditjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto ketika ditemui di Senayan City, Jakarta, Senin (22/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandu menambahkan, pihaknya memrediksi akan ada peningkatan volume kendaraan pada saat mudik tahun ini. Untuk mobil pribadi, akan ada peningkatan sekitar 6% dari tahun lalu atau dari 1,54 juta menjadi 1,63 juta.

"Peningkatan mobil pribadi ya itu sekitar 6%. Dari sisi volume itu sebesar 1,63 juta dari tahun lalu yang cuma 1,54 juta," jelasnya.

Di samping itu, untuk sepeda motor akan ada peningkatan sebesar 7,4% atau dari sisi volume akan menigkat menjadi 2,47 juta dari tahun lalu yang hanya 2,3 juta. "Kalau sepeda motor itu naiknya 7,4%," tuturnya.

Lebih lanjut Pandu mengatakan, tidak akan terjadi bentrokan antara angkutan yang mengangkut bahan pokok dengan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, dengan begitu tidak akan terjadi kelangkaan pasokan pada saat lebaran. Apabila tetap terjadi peningkatan harga kebutuhan bahan pokok itu memang disebabkan hukum pasar.

"tidak, tidak bentrok dengan jalur mudik. Itu kan memang karena demand tinggi makanya naik. Itu sudah hukum pasar," imbuhnya.

(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads