Penurunan Peringkat AS Dikecam, Pimpinan S&P Mundur

Penurunan Peringkat AS Dikecam, Pimpinan S&P Mundur

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2011 14:01 WIB
Penurunan Peringkat AS Dikecam, Pimpinan S&P Mundur
Washington - Pimpinan Standard & Poor's (S&P) Deven Sharma akan mengundurkan diri pada bulan depan setelah masalah penurunan peringkat Amerika Serikat (AS) memicu kontroversi. Sharma akan digantikan oleh seorang eksekutif senior Citibank.

Induk lembaga pemeringkat itu, McGraw-Hill Companies Inc, mengatakan Deven Sharma, yang telah menjabat sebagai chairman S&P sejak 2007, akan mundur pada 12 September, dan akan digantikan oleh kepala operasi Citibank Douglas Peterson.

"S&P akan terus menghasilkan peringkat yang sebanding, melihat ke depan dan transparan," ujar McGraw-Hill dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/8/2011). Namun Sharma akan bekerja pada tinjauan portofolio strategis untuk grup hingga akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, penurunan peringkat AAA milik AS 5 Agustus lalu telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham hingga titik terburuk sejak krisis keuangan global tiga tahun sebelumnya. Penurunan peringkat itu juga memicu 'protes' dari Departemen Keuangan AS atas beberapa perhitungan lembaga pemeringkat.

Departemen Kehakiman AS juga menyelidiki lembaga pemeringkat atas tindakan mereka pada pemeringkatan surat utang berbasis hipotek menjelang krisis 2008-2009. Surat utang berbasis hipotek itupula yang menjadi sumber permasalahan krisis.

Namun The Financial Times, yang pertama melaporkan berita pengunduran diri Sharma, mengutip sumber tanpa nama pada Selasa (23/8/2011) mengatakan kepergiannya tidak berhubungan dengan downgrade atau investigasi Kehakiman Departemen.

Dewan McGraw-Hill Companies membuat keputusan untuk mengganti Sharma di sebuah pertemuan di mana juga dibahas meninjau berkelanjutan strategis pada hari Senin (22/8/2011), kata The Financial Times.

Direksi dan eksekutif McGraw-Hill bertemu pada hari Senin (22/8/2011) dengan Jana Partners LLC, sebuah hedge fund, dan Dana Pensiun Guru Ontario mendengar argumen mereka bahwa perusahaan harus dipecah.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads