"Jadi nggak ada stroke. Sudah diambil tindakan oleh dokter. Jadi ada penyumbatan (jantung) dan belum bisa ngomong. Kasihan memang, jantung ini mengakibatkan dia lemas dan tidak sadarkan diri," kata Fadel usai menjenguk Mustafa di RS Medistra, Jakarta, Selasa (23/8/2011).
Dikatakan Fadel, dokter sudah melakukan tindakan dengan memasang catheter di jantung Mustafa. "Jadi tidak dioperasi, hanya dipasang catheter," imbuh Fadel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi pagi merasakan sakit di bagian perut. Terus dibawa ke MMC. Itu jam setengah 4-an (sore) baru dipindahin ke sini," ujar Faisal.
Dalam buku tamu tercatat sudah ada beberapa penjenguk antara lain M. Yassin (Sekretaris Kementerian BUMN), Fahmi Sadig (Surveyor Indonesia), Eko Yuliantoro (Bahana Indonesia), Heri Sunaryadi (BPUI), Herman Khaerow (DPR), Marzuki Daud (DPR), Fauzi Yusuf (PTPN V), Yetty Yassin dan Tua Menanda (DPW Kementerian BUMN), Hatta Rajasa, Diding Anwar (Dirut Jasa Rahasja), Suseno (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Asfifuddin (advokat).
Karena seriusnya penyakit yang diderita, Mustafa membatalkan acara buka puasa pada 24 Agustus 2011 yang rencananya akan dihadiri oleh seluruh Direksi dan Komisaris BUMN.
Mantan Direktur Utama Bulog ini saat ini berumur 62 tahun. Mustafa dilahirkan di Pidie Nanggroe Aceh Darussalam pada 15 Oktober 1949.
(dnl/qom)











































