Fadel Mengeluh Pertamina 'Pelit' Jual BBM ke Nelayan

Fadel Mengeluh Pertamina 'Pelit' Jual BBM ke Nelayan

- detikFinance
Rabu, 24 Agu 2011 20:29 WIB
Fadel Mengeluh Pertamina Pelit Jual BBM ke Nelayan
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Fadel Muhammad keluhkan minimnya alokasi BBM pada nelayan yang diberikan oleh Pertamina. Karena Pertamina hanya memenuhi sepertiga kebutuhan BBM yang dibutuhkan nelayan.

Menurut Fadel, kebutuhan BBM untuk para nelayan mencapai 2,5 juta kiloliter per tahun. BBM untuk nelayan tersebut disubsidi oleh pemerintah, namun Pertamina hanya memberikan 700 ribu kiloliter.

"Kita butuhkan BBM untuk nelayan ini 2,5 juta kiloliter per tahun dan kita minta BBM ini subsidi tapi yang peroleh sekarang dari pertamina hanya 700 ribu artinya sepertiga. Akibatnya di mana-mana kekurangan BBM, keluhan terbesar yang itu," ungkap Fadel dalam jumpa pers di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (24/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, menurut Fadel yang juga memberatkan nelayan adalah jatah BBM yang diberikan Pertamina hanya untuk 1 bulan. Padahal, terdapat kapal yang membutuhkan BBM untuk 3 bulan sekaligus.

"Peraturan lain yang baru-baru ini dikeluarkan pertamina, yakni diberikannya (BBM) hanya untuk (berlayar) satu bulan ke laut, padahal kapal-kapal yang long line itu (berlayarnya) tiga bulan," ujarnya.

Lebih jauh, dia mengatakan sudah melakukan pembicaraan dengan komisi terkait, yakni Komisi IV dan Komisi VII DPR untuk tambahan BBM ini.

"Katanya mereka akan mengadakan rapat khusus bersama antara Komisi IV, Komisi VII, dan kementerian terkait," katanya.

Keluhan ini dilontarkan Fadel selain pada Pertamina juga pada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, dengan harapan ada campur tangan Hatta guna mempercepat prosesnya.

"Mumpung ada Pak Menko, biar sekalian dicarikan solusinya," tambahnya.

"Saya sudah hitung, kalau dapat (tambahan), masalah-masalah kekurangan BBM pasti tidak akan terjadi. padahal kita sudah dapat 40 juta kiloliter, padahal nelayan itu kan produktif bukan konsumtif," tegasnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan BBM untuk nelayan merupakan masalah yang sangat pelik. Pasalnya banyak kebocoran yang terjadi sehingga nelayan tidak mendapatkan sesuai kebutuhan.

"BBM memang pelik, ada yang diselundupkan, belum sampai ke SPBU nelayan sudah kencing di jalan. Ada nelayan jadi-jadian yang pura-pura jadi nelayan, mengisi BBM tapi dijual lagi. Jadi nanti kita bicarakan supaya dinaikkan jatah nelayan tapi nggak hilang ke mana-mana," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads