Carrefour Obral Sembako Jelang Lebaran

Carrefour Obral Sembako Jelang Lebaran

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2011 16:50 WIB
Carrefour Obral Sembako Jelang Lebaran
Jakarta - PT Carrefour Indonesia (Carrefour) memberikan banyak program special bagi pelanggan setianya antara lain memberikan potongan harga untuk produk-produk yang dibutuhkan masyarakat pada saat Ramadan, seperti sirup, biskuit dan produk sembako lainnya.

Carrefour juga menggelar berbagai macam program Ramadan bagi konsumen. Program-program tersebut antara lain menggelar Program pasar murah bagi masyarakat di beberapa daerah, berbelanja bareng dengan anak yatim dan Menteri Sosial di 13 gerai Carrefour, menyediakan tempat khusus untuk membayar zakat dan infaq di gerai-gerai Carrefour.

Selain program yang sifatnya sosial bagi masyarakat, Carrefour juga membuat program khusus bagi karyawannya berupa potongan harga tambahan kepada karyawan beserta keluarganya yang telah diselenggarakan pada 16 Agustus 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Head of External Communication and Corporate Social Responsibility PT Carrefour Indonesia, Hendrik Adrianto mengungkapkan berkaitan dengan pelayanan di periode Ramadan ini dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Carrefour menambah stok barang dagangan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung yang akan membeli keperluan lebaran.

"Adapun penambahan stok tersebut mencapai 30% lebih dari biasanya, mengingat beberapa produsen dan pabrik manufaktur biasa menghentikan kegiatan produksinya beberapa waktu untuk cuti massal pada liburan lebaran. Dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen, Carrefour menambah personelnya sebanyak kurang lebih 1.200 staff selama masa Ramadan dan Liburan Lebaran ini," paparnya dalam siaran pers yang diperoleh detikFinance di Jakarta, Kamis (25/8/2011).

Soal Mogok, Carrefour Mengedepankan Kepentingan Stakeholder

Menanggapi berita mengenai isu rencana aksi mogok kerja sebagian pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Carrefour Indonesia (SPCI) yang akan dilaksanakan pada 26 Augustus 2011 besok, Manajemen Carrefour menilai hal tersebut sebagai suatu dinamika biasa dalam mengekspresikan pendapatnya sepanjang tidak ada pihak yang dirugikan.

"Manajemen Carrefour selalu mengedepankan kepentingan stakeholder, terutama pengunjung dan pelanggan setia Carrefour yang akan belanja pada tanggal tersebut," ungkap Human Resources Director PT Carrefour Indonesia, Pamrihadi Wiraryo.

"Bilamana rencana aksi tersebut jadi dilaksanakan, kami berharap tidak akan mempengaruhi jalannya dan mengganggu operasional gerai-gerai Carrefour di seluruh Indonesia, agar masyarakat terjamin kenyamannya dalam berbelanja guna memenuhi kebutuhan menjelang hari Raya Idul Fitri," imbuhnya.

Pamrihadi juga menyampaikan berdasarkan data yang ada, jumlah total anggota SPCI adalah kurang lebih 800 pekerja di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah karyawan adalah kurang lebih 28.000 pekerja yang terdiri dari karyawan langsung maupun tidak langsung.

Di Carrefour sendiri, terdapat 3 serikat pekerja dengan mayoritas adalah SPSI Niba yang beranggotakan kurang lebih 1.500 pekerja dan sisanya tergabung dalam SP Mandiri.

Serikat Pekerja SPSI NIBA di Carrefour yang beranggotakan mayoritas pekerja Carrefour, menegaskan mereka telah mengimbau anggota dan karyawan Carrefour lainnya untuk tidak terpengaruh ajakan aksi mogok kerja tersebut, yang akan merugikan berbagai pihak, terutama pekerja sendiri dan keluarganya.

"Kami dari Manajemen memberikan apresiasi atas himbauan mereka untuk tidak melakukan rencana aksi mogok tersebut, karena aksi tersebut sangat berpotensi ditunggangi oleh pihak lain," tegasnya.

Semua tuntutan yang diminta oleh SPCI tersebut merupakan materi yang sedang dirundingkan antara wakil Perusahaan dan wakil SPCI, dimediasi oleh Disnaker setempat dan Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Sampai sejauh ini mayoritas pekerja sangat mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh pihak manajemen. Hal ini karena mereka sadar bahwa aksi tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi semua pihak, terutama adalah pekerja itu sendiri," tambah Hendrik.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads