"Capex 2011 itu hampir Rp 470 miliar. Itu realisasi sampai sekarang sudah sekitar Rp 250 miliar," demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Perum Peruri, Slamet Haryono dalam acara buka puasa di Sari Kuring, Sudirman, Kamis (25/8/2011).
Slamet menambahkan, belanja modal tersebut digunakan untuk membeli barang-barang dalam meningkatkan produksi, seperti pembelian mesin, peralatan, dan sistem teknologi. Dirinya menambahkan, pada tahun-tahun awal investasi barang yang hanya membayar uang muka saja (down payment).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet menjelaskan, untuk barang-barang keperluan, seperti mesin percetakan dan kertas kebanyakan didatangkan dari luar negeri. Mulai dari pemesanan sampai dengan instalasi biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
"Itu kan kita impor jadi dari mulai purchase order (pemesanan) sampai pengiriman itu bisa 6 bulan, belum waktu instalasi," tuturnya.
Slamet juga mengungkapkan, investasi yang dilakukan Perum Peruri juga tergantung dari permintaan percetakan uang dari Bank Indonesia. Semakin besar permintaan, jumlah investasinya juga akan semakin bertambah.
"Itu investasi disesuaikan juga dengan peningkatan kapasitas pencetakan uang dari Bank Indonesia. Jadi kalau mereka naikkan, kita investasi," imbuhnya.
Lebih lanjut Slamet mengatakan, untuk biaya operasional sendiri, Perum Peruri menyiapkan dana sebesar Rp 1,9-2 triliun pada tahun 2011. "Dana yang untuk operasional antara Rp 1,9 triliun sampai Rp 2 triliun selama tahun 2011. Itu digunakan untuk seluruh biaya baik tenaga kerja dan energi," pungkasnya.
(ade/ang)











































