Indonesia Kaji Impor Sapi dari AS dan Kolombia

Indonesia Kaji Impor Sapi dari AS dan Kolombia

- detikFinance
Jumat, 26 Agu 2011 16:10 WIB
Indonesia Kaji Impor Sapi dari AS dan Kolombia
Jakarta - Pemerintah tengah mencari negara alternatif penghasil sapi ternak agar tidak selalu bergantung dengan Australia. Saat ini, negara yang akan dijajaki untuk dijadikan sumber sapi impor adalah Kolombia dan Amerika.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh menyatakan, apabila memang benar akan mengimpor dari kedua negara tersebut pastinya harga sapinya lebih mahal namun lebih baik daripada hanya punya satu sumber negara asal sapi impor yaitu Australia.

"Mungkin kalau dari perkiraan rasional lebih mahal, tapi daripada Australia tiba-tiba distop dan ada masalah persayaratan yang tinggi kita cari alternatif lain," ujarnya ketika ditemui di kantornya setelah solat Jumat (26/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dedy, Amerika menjadi negara yang lebih potensial untuk dijadikan sumber impor ternak sapi hidup karena saat ini Indonesia sudah mengimpor daging sapi dari Amerika. Namun, untuk dilanjutkan ke tahap impor ternak perlu ada protokol dari Amerika.

"Untuk daging kan sudah bisa jalan tuh, cuma untuk ternak mungkin perlu ada protokol dengan AS. Jadi kita mencari sumber lain, jangan tergantung satu negara gede untuk pasokan ternak. Mereka menyambut baik," tuturnya.

Akan tetapi, lanjut Dedy, keputusan akan menjajaki impor dari kedua negara tersebut baru akan diputuskan pada saat peraturan menteri perdagangan (permendag) diteken setelah lebaran, sekitar minggu kedua bulan Septermber.

"Ya belum lah, permendagnya aja belum ditandatangani. Harusnya sebelum Lebaran. Kira-kira minggu kedua September lah, ada beberapa perubahan," katanya.

Seperti diketahui kementerian yang mengeluarkan izin impor daging ternak akan bergeser dari kementerian pertanian ke kementerian perdagangan. Mengenai waktu transisinya belum bisa dipastikan.

(ade/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads