Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menyatakan bahwa jalur-jalur yang tersebar dari Sumatera, Jawa, hingga Bali, sudah siap dilewati untuk perjalanan mudik tahun ini.
"Kita harap mudik pada saat ini relatif sudah siap untuk layani arus mudik yang sekarang ini kepadatannya sudah naik 10% dibanding tahun lalu," katanya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jum'at (26/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada H-10 dan H+10 Lebaran kita melakukan penghentian penanganan jalan untuk tidak mengganggu kenyamanan pemudik. Kalaupun ada penanganan itu lebih ke arah pendukung jalan, bukan di badan jalan," katanya.
Dikatan olehnya beberapa penanganan jalan, jalur Pantura misalnya, sudah disiapkan khususnya pada rute-rute yang padat setiap tahunnya.
"Arus padat seperti di Cikoko, Simpang Mutiara, dan Simpang Jomen sudah kita siapkan. Rehabilitasi jalan pun sudah dilakukan. Begitu juga dengan jalur Cikampek dan Cikarang yang sudah ada empat lajur. Di simpang Jomen yang menuju Losari sampai Kudus juga sudah ada 4 lajur dengan dua arah," jelas Hermanto.
Hermanto menambahkan, sepanjang 53 Km jalur Nagreg yang juga rawan kepadatan sudah disiapkan. Pihaknya sudah membangun jalan dengan standar tanjakan yang tidak melebihi 10% dengan tambahan 400 meter terowongan terbuka.
"Tahun ini di Nagreg sudah berbeda dengan tahun lalu. Karena kapasitas jalan sudah kita lebihkan," lanjutnya.
Dirinya menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah kabupaten setempat untuk mengatasi kemacetan akibat adanya pasar tumpah.
"Pasar tumpah yang ada di Pantura sudah kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten, Dirjen Lalu Lintas, serta Kementerian Perhubungan. Kita membangun flyover untuk atasi kemacetan pasar tumpah di Gebang. Praktis juga seperti yang di Balaraja dengan jalan layang, atau di Merak supaya mengurangi macet akibat arus yang keluar dari pelabuhan," papar Hermanto.
Kementeriannya juga sudah membuat infrastruktur pendukung seperti jembatan di wilayah Jawa Tengah. Saat ini sudah 8 jembatan yang siap operasionalnya di wilayah Jawa Tengah. Di wilayah Jawa Tengah yang menuju Jawa Timur pun sudah disiapkan infrastruktur jalannya, sehingga sudah bisa dilalui pemudik.
"Untuk Sumatera, sudah bisa dilalui pula meski ada beberapa jalan yang bermasalah dengan lahan. Tapi itu sudah bisa dipakai. Menuju arah Palembang, kita juga lakukan rehabilitasi jalan dan rekonstruksinya. Demikian juga yang di Jambi lintas Barat atau Tengah. Ada beberapa jalan juga yang masih dalam kondisi perbaikan," ungkap Hermanto.
"Kita juga siapkan alat-alat berat kalau ada beberapa daerah yang longsor. Terutama di jalur seperti Wonosobo, Wangon, atau di Sumatera Bagian Barat," timpalnya.
Sedangkan untuk wilayah rawan banjir pun sudah dilakukan koordinasi antara penanganan sungai dan jalan. "Itu misalnya di Juana dan Kendal. Semoga saja Lebaran ini aman tidak ada curah hujan yang tinggi," harapnya.
(nrs/hen)










































