Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsi) Mujiburrohman mengatakan fenomena ini akibat suplai yang belum stabil terutama dari sisi transportasi. Biasanya harga-harga tersebut mulai stabil dua pekan pasca lebaran.
"Sekarang ini masih belum stabil karena dipengaruhi faktor transportasi, normalnya biasanya dua minggu setalah lebaran. Memang lebaran nggak bisa jadi ukuran stabilitas harga," katanya kepada detikFinance, Senin (5/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mujiburrohman menuturkan berdasarkan hasil pemantauan harga hari ini di Pasar Jatinegara, Jakarta harga-harga terpantau masih fluktuatif dan bervariatif misalnya harga telur di pasar moderen dijual Rp 15.000 per kg sedangkan harganya di pasar tradisional dijual Rp 16-17.000.
"Minyak goreng ada kenaikan untuk ukuran 18 liter dari Rp 160.000 menjadi Rp 180.000 per liter, tepung juga naik misalnya segitiga biru naik Rp 2.000 dari Rp 150.000 jadi 152.000 untuk ukuran 25 Kg. Harga gula juga naik dari Rp 455.000 menadi Rp 465.000 per 50 kg," katanya.
(hen/dnl)











































