Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai sidang kabinet di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/9/2011).
"Presiden minta ke depan mengatur utang luar negeri, yang tidak perlu tidak dilakukan. Dan akan terus kurangi utang kita," kata Hatta menirukan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk (inflasi) jangka panjang terutama di daerah, terkait sistem distribusi, terkait inflasi inti oleh BI, administered price dikendalikan pemerintah dan DPR dan ketiga volatile food semua ini harus mendapat perhatian sehingga inflasi bisa terus ditekan," kata Hatta.
Soal utang, data terakhir Kementerian Keuangan menyatakan total utang pemerintah Indonesia hingga Juli 2011 mencapai Rp 1.733,64 triliun. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 9,5 triliun dibanding Juni 2011 yang sebesar Rp 1.723,9 triliun.
Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga Juli 2011 bertambah Rp 56,79 triliun.
Dan jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga Juli 2011 mencapai US$ 203,77 miliar. Naik dibandingkan per Juni 2011 yang sebesar US$ 200,52 miliar. Utang dalam dolar AS ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2010 yang sebesar US$ 186,5 miliar.
(dnl/hen)
