Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso yang ditemui di Kantor Menko Perekonomian, jalan Lapangan Banteng, Rabu (7/9/2011).
"Realisasi impor sampai bulan September sudah masuk sebanyak 200.000 ton. Itu terus masuk sampai Desember ini, 200 ribu ton tersebut bahkan sudah masuk ke Palembang sekitar 3.800 ton. Begitu juga di Sumatera Barat dan di Surabaya juga," jelas Sutarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita impor beras kan yang sudah tanda tangan, kontrak, itu dengan Vietnam dan Thailand sebanyak 800 ribu ton. Vietnam 500 ribu ton dan Thailand 300 ribu ton. Bulog sudah teken dengan dua negara tersebut," ungkapnya.
Dengan adanya impor beras ini, Sutarto menyampaikan bahwa stok beras nasional diperkirakan cukup sampai 4-5 bulan ke depan.
Sutarto mengatakan, beras yang diimpor merupakan beras dengan kualitas 'medium plus' dengan perbedaan patahan 15%. Sedangkan beras dari dalam negeri untuk kualitas medium adalah 20% patahannya.
Dilanjutkan olehnya, saat ini pengadaan beras Bulog dalam negeri sudah mencapai 1,5 juta ton dengan serapan paling banyak di Jawa Tengah. Sedangkan untuk penyerapan harian mencapai 5000 ton beras.
"Untuk cadangan beras kira-kira sudah 500 ribu ton sekarang ini, itu secara bertahap. Minimal akan mencapai 1 juta ton," jelasnya.
Saat ini, sudah ada tambahan dana sebanyak Rp 1 triliun untuk penambahan cadangan dengan kapasitas 150 ribu ton. Diharapkan ke depannya akan ada penambahan anggaran untuk pengadaan beras.
"Kalau realisasinya sudah tahu kan berapa, kita untuk realisasi raskin sudah 92% dari target untuk September. Bahkan di beberapa daerah sudah ada yang lebih dari 100%," tambah Sutarto.
"Sedangkan untuk operasi pasar, ita sudah masuk 187 ribu ton dengan beras kualitas premium. Operasi pasar sudah masuk yang jelas ke Sumatera Utara, Jakarta, Surabaya," jelasnya.
Seperti diketahui periode akhir 2010 dan awal tahun 2011 Perum Bulog telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebesar 1,848 juta ton hingga 5 April 2011. Angka tersebut sama dengan 92,51% dari izin impor pemerintah yang dijatahkan hingga 2 juta ton. Izin impor beras itu telah berakhir tanggal 31 Maret 2011. Sementara angka 800.000 ton untuk alokasi impor beras tahun 2011.
(nrs/hen)











































