Korupsi dan Suap Jadi Alasan Peringkat Daya Saing RI Melorot

Korupsi dan Suap Jadi Alasan Peringkat Daya Saing RI Melorot

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2011 10:40 WIB
Korupsi dan Suap Jadi Alasan Peringkat Daya Saing RI Melorot
Jakarta -

World Economic Forum (WEF) menurunkan peringkat daya saing Indonesia 2 peringkat dari 44 menjadi 46 di 2011-2012. Penyebabnya antara lain maraknya suap dan korupsi yang jadi hadangan para pebisnis.

Demikian kajian WEF yang dikutip detikFinance dari situsnya, Kamis (8/9/2011).

"Meskipun pemerintah Indonesia berusaha untuk memberantasnya, namun korupsi dan penyuapan masih terjadi dan menjadi salah satu masalah utama bagi para pebisnis untuk menjalankan bisnisnya di negara ini," demikian isi hasil kajian WEF tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, isu keamanan juga menjadi perhatian para komunitas pebisnis. Ini yang membuat peringkat Indonesia turun tipis.

Meskipun begitu, WEF menyatakan peringkat daya saing Indonesia telah naik 11 tingkat dalam 2 tahun terakhir ini. Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan kinerja yang baik di kawasan Asia. Namun Indonesia masih di belakang Malaysia, China, dan Singapura.

Situasi makro ekonomi Indonesia dinilai terus membaik dengan risiko inflasi yang makin menurun. Pengelolaan fiskal juga dinilai terlah membawa defisit anggaran dan utang pemerintah terus menurun.

Kondisi infrastruktur fisik Inodnesia juga dinilai mengalami perbaikan. Peringkat Indonesia soal infrastruktur naik 6 tingkat menjadi peringkat 76 untuk periode 2011-2012.

Akan tetapi kondisi fasilitas pelabuhan di Idnonesia makin mengkhawatirkan dan dinilai tidak ada progres perbaikan yang berarti, karena itu peringkatnya turun 7 tingkat menjadi peringkat 103.

Kondisi listrik juga menjadi perhatian WEF karena pasokan listrik di Indonesia sangat tidak stabil dan dinilai parah.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai penurunan peringkat terjadi karena jeleknya sistem birokrasi, kepastian hukum, dan sarana infrastruktur di Indonesia.

"Kita terus terang saja, kita sudah antisipasi, dari 9 kemudahan berusaha di tanah air kita rangking yang paling menjadi concern itu adalah satu birokrasi, kepastian hukum, yang kedua terkait dengan infrastruktur, masalah insentif, pajak itu malah bukan yang utama," ujar Hatta.

Untuk pelabuhan, Hatta menyatakan akan mengejar dengan membangun pelabuhan Tanjung Priok.

"Kita aware betul masalah infrastruktur, terutama masalah pelabuhan, dan inilah mengapa kita akan ngebut, dan pelabuhan harus kita kembangkan tahun ini," ujarnya.

Selain itu, beberapa infrastruktur juga akan dibangun sesuai dengan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Kita sedang ngebut dengan MP3EI, dan itu bukan omong kosong. Tanjung Priok akan kita kebut, kereta api double track seluruh Jawa tahun 2013, circle line kita kasih penugasan dengan kepres. Perpres tentang PPP kita perbaiki, sekali tender langsung putus," jelasnya.

Sementara untuk birokrasi, Hatta berjanji pemerintah akan memperbaiki sehingga tidak selalu menjadi momok yang menggerus daya saing global Indonesia.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads