"Saya tidak akan revisi target kunjungan wisatawan pada tahun 2011. Saya masih hitung-hitung. Target optimis 7,7 juta orang wisatawan masih bisa kita kejar," kata Wacik usai berbicara pada Seminar Nasional Kebudayaan di Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Kamis (8/9/2011).
Wacik optimistis karena krisis di Eropa dan Amerika Serikat tak akan mempengaruhi denyut nadi pariwisata Indonesia. "Ada krisis di Eropa dan Amerika Serikat, iya. Kita sudah pernah mengalami krisis yang lebih berat di tahun 2008. Tapi kita bisa lewati," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, menurut Wacik, meskipun tingkat kunjungan bisa memenuhi target 7,7 juta orang, devisa yang dihasilkan tidak akan memenuhi target sebesar US$ 8,5 mililar.
"Target revenue tahun 2011 sebesar US$ 8,5 miliar. Angka US$ 8 miliar pasti dapat. Jika tingkat kunjungan naik, angka US$ 8 miliar pasti bisa," katanya.
Ia pun tetap optimistis, tingkat kunjungan wisatawan asing akan naik pada 2012. Meskipun pada tahun mendatang tetap terjadi krisis ekonomi, warga Eropa dan Amerika Serikat akan tetap berwisata ke Indonesia.
"Tidak turun. Kalau ada krisis dunia, yang tidak berwisata hanya CEO atau direktur perusahaan. Keluarganya tetap berwisata. Cuma karena krisis, revenue-nya berkurang tapi jumlahnya wisatawan akan tetap naik," katanya.
Kesuksesan ASEAN Summit di Bali yang akan digelar di akhir 2011, menurut Wacik, akan membuat gaung Indonesia lebih besar ke dunia. "Meskipun krisis, jika gaungnya positif maka turis pasti akan datang," ujarnya.
(gds/dnl)










































