Hal ini dinyatakan disampaikan oleh Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusomo dalam rapat dengan anggota Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (8/9/2011).
"Kami ada usulan untuk pembenahan SDM. Kami akui SDM kami berantakan. Termasuk ribut-ribut di dalam waktu saya meminta Ibu Intan untuk balik (kembali) ke Merpati. Dia dulu pernah sebagai SDM di sini namun sempat menjadi SDM KPK," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu akan ada usulan restrukturisasi semua armada agar terjadi efisiensi biaya," tuturnya.
Seperti diketahui, Komisi VI DPR telah merestui suntikan modal Rp 561 miliar kepada Merpati. Namun manajemen khawatir pencairan suntikan modal sedikit molor dari yang direncanakan.
Merpati Tak Mau Head to Head Dengan Garuda
Manajemen Merpati yakin visi bisnis sebagai penerbangan perintis sudah benar. Sat ini Merpati tidak mungkin head to head dengan BUMN Aviasi lain yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
"Yang harus dilakukan adalah competition of harmony. Kalau tidak berdarah-darah. Merger juga sulit karena sudah Tbk (go public). Kami fokus di 100 kursi. Kalau di atas 150 kursi punya Garuda. Kita pun layani penerbangan yang Garuda hanya angkut 50%. Kita menjadi suplemen Garuda," imbuhnya.
(wep/dnl)











































