Direksi BUMN Ditolak Jenguk Mustafa Abubakar di Singapura

Direksi BUMN Ditolak Jenguk Mustafa Abubakar di Singapura

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 12 Sep 2011 12:29 WIB
Direksi BUMN Ditolak Jenguk Mustafa Abubakar di Singapura
Jakarta -

Sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat menjenguk Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang sedang dirawat di Singapura. Namun, rencana tersebut ditolak karena alasan kesehatan Mustafa.

Menurut Sekretaris Pribadi Mustafa, Faisal Halimi, penolakan tersebut dilakukan atas perintah dari dokter yang menangani Mustafa di Singapura. Dokter itu menyarankan masa pemulihan Mustafa dilakukan total tanpa diganggu.

"Banyak direksi yang telepon saya, ingin nengok bapak (Mustafa) tapi harus ditolak. Dokter bilang sebaiknya bapak (Mustafa) istirahat total dulu tanpa diganggu," katanya ketika dihubungi detikFinance, Senin (12/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faisal mengatakan, beberapa direksi perusahaan plat merah yang sudah berniat menjenguk antara lain Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir, Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, Dirut PT Telkom Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah, Direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan banyak lagi.

"Terpaksa harus ditolak sesuai arahan dokter. Tapi akhirnya banyak dikirimi bunga ke sini," ujarnya.

Masa pemulihan Mustafa di Singapura sebentara lagi rampung. Mantan Dirut Bulog itu pun segera pulang ke tanah air, tinggal menunggu keputusan dokter esok atau lusa.

Selama masa pemulihan, Mustafa ditemani oleh beberapa anggota keluarganya, yaitu istri, anak dan menantunya yang dokter yang juga ikut merawat di Singapura.

Sebelumnya Mustafa dirawat di RS Medistra sejak Selasa 23 Agustus 2011 karena gangguan jantung. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengerahkan tim dokter kepresidenan untuk menangani kesehatan Mustafa.

Mantan Gubernur Aceh ini telah dibawa ke National University Hospital, Singapura sejak Selasa 30 Agustus 2011. Pria berumur 62 tahun itu dibawa ke Singapura untuk lebih intensif menjalani pemulihan pasca terkena serangan jantung.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads