Cadangan Beras ASEAN+3 Bertambah Jadi 780.000 Ton

Cadangan Beras ASEAN+3 Bertambah Jadi 780.000 Ton

- detikFinance
Senin, 12 Sep 2011 13:40 WIB
Cadangan Beras ASEAN+3 Bertambah Jadi 780.000 Ton
Jakarta - Negara-negara anggota ASEAN ditambah dengan Jepang, Korea Selatan, dan China bekerjasama membuat cadangan beras darurat sebesar 780 ribu ton atau lebih besar dari perhitungan semula yang hanya 720.000 ton.
Cadangan beras ini untuk persiapan apabila terjadi kekurangan pangan seperti akibat bencana alam.

Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2011).

"Di dalam ASEAN nanti pada saat pertemuan Mentan ASEAN akan ada tandatangan chapter ASEAN+3 untuk pengadaan cadangan pangan untuk kondisi darurat. Totalnya 780 ribu ton," jelas Suswono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, kegiatan cadangan beras darurat ini akan ditandatangani pada Oktober nanti. Tiga negara yakni Jepang, Korsel, dan China mempunya bagian besar dalam pembentukan cadangan beras darurat tersebut.

"Indonesia harus menyediakan 12 ribu ton. Jadi siapapun negara yang tergabung dalam ASEAN+3 bisa memakai itu jika dalam keadaan darurat. Cadangan itu harus selalu ada dan siap," kata Suswono.
Sebelumnya, ASEAN+3 yang terdiri dari 10 negara ASEAN ditambah Cina, Korea, dan Jepang siapkan cadangan beras bersama sebesar 720.000 ton. Indonesia hanya mampu menyumbang 14.000 ton beras sebagai cadangan.

Suswono menyebutkan sumbangan terbesar masih diberikan oleh Jepang sebanyak 220.000 ton dan China 200.000 ton.

"Mereka rata-rata, Jepang, China, dan Korea itu di atas 200.000 ton. Negara ASEAN sendiri berbeda-beda. Indonesia 14.000 ton. Beda dengan negara-negara lain. Jepang kalau tidak salah 220.000 ton. Paling besar Jepang. Beda-beda persisnya, tapi tiga negara itu yang paling besar. Totalnya itu 720.000 ton," ujar Suswono beberapa waktu lalu.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads