ADB Waspadai Ancaman Kemarau di Asia Pasifik

ADB Waspadai Ancaman Kemarau di Asia Pasifik

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2011 14:32 WIB
ADB Waspadai Ancaman Kemarau di Asia Pasifik
Jakarta - Ancaman musim kemarau parah yang terjadi akibat perubahan iklim dikhawatirkan bakal mengancam ketahanan pangan di wilayah Asia Pasifik. Negara di wilayah ini, termasuk Indonesia, harus meningkatkan produksi pangannya.

Demikain disampaikan oleh Ekonom Senior ADB Mahfuzuddin Ahmed dalam siaran persnya, Selasa (13/9/2011).

"Kemarau yang tinggi akibat perubahan iklim ini bakal mengurangi pasokan makanan di Pasifik. Jadi dengan adanya 10 juta orang di negara-negara berkembang di Asia Pasifik, keadaan ini tidak bisa kita biarkan," jelas Mahfuzuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, Asia Pasifik telah berpengalaman menghadapi perubahan iklim yang terjadi. Karena perubahan iklim ini menimbulkan banyak bencana alam seperti erosi, banjir, dan badai. Keadaan ini bakal memicu berkurangnya produksi pangan.

Laporan ADB mengatakan, negara-negara di wilayah Asia Pasifik perlu untuk meningkatkan produksi pangan dalam negerinya seperti padi, ubi, kentang, atau pun singkong. Teknologi baru harus dikembangkan untuk membantu petani meningkatkan produksi pangan mereka di tengah perubahan iklim yang terjadi.

ADB mengatakan, produksi pertanian di wilayah Asia Pasifik telah stagnan dalam 45 tahun terakhir ini. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang mencari pekerjaan di luar sektor pertanian. Karena itu banyak negara di Asia Pasifik yang bergantung pada impor pangan.

Harusnya pemerintah di wilayah ini lebih mendorong peningkatan investasi di bidang pertanian dalam rangka peningkatan produksi dalam negeri.

"Masyarakat butuh kerja bersama untuk mencari cara terbaik menghadapi situasi yang terjadi," kata Mahfuzuddin.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads