Hatta: Jangan Kebakaran Jenggot Soal BlackBerry

Hatta: Jangan Kebakaran Jenggot Soal BlackBerry

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2011 15:48 WIB
Hatta: Jangan Kebakaran Jenggot Soal BlackBerry
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar masalah investasi BlackBerry di Malaysia tak membuat 'kebakaran jenggot' pemerintah. Ia menegaskan masuknya BlackBerry ke Malaysia lebih karena sistem perdagangan ASEAN lebih memungkinkan perusahaan asal Kanada memilih Negeri Jiran.

"Saya tidak melihat itu terjadi dalam hal lahan terus dia hengkang. Kalau soal BlackBerry itu tidak ada keluhan masalah lahan dan sebagainya tapi dia lebih memanfaatkan pada suatu sistem perdagangan antar asean dan oleh sebab itu competitiveness itu jangan lagi berbicara pada tariff barrier," kata Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Hatta menyatakan pihak Indonesia tidak perlu kebakaran jenggot dalam menanggapi adanya perusahaan asing yang tidak membuat pabrik di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya makanya kita itu jangan terlalu kebakaran jenggot. Jangan reaktif. Nanti orang lihat itu kita tidak punya suatu kepercayaan diri dan policy yang firm," ujarnya.

Menurut Hatta, pemerintah telah melakukan identifikasi permasalahan daya saing di Indonesia seperti infrastruktur yang terkendala masalah lahan.

"Kita sudah identifikasi, problematika yang kita hadapi infrastruktur ini karena apa, karena lahan, lahan pembebasan yang sulit ini yang kita selesaikan yang cepat tidak semua yang namanya tariff barrier kita bisa terapkan," jelasnya.

Dikatakan Hatta karena adanya kesepakatan-kesepakatan perdagangan luar negeri maka perlu diperhatikan dari sisi tata niaga sehingga tidak turut menghambat investor untuk menanamkan dananya ke Indonesia.

"Dalam kesepakatan ASEAN seperti apa, akan tetapi saya sangat setuju bahwa kita harus memberikan perlindungan pada perusahaan nasional kita dan memaksimalkan pasar yang luas ini oleh perusahaan-perusahaan domestik kita," katanya.

Sehingga dalam Percepatan Ekspor dan Percepatan Investasi (PEPI) tidak hanya bicarakan soal investasi dan perdagangan luar negeri atau ekspor tapi juga perdagangan dalam negeri perlu dibenahi. Termasuk soal tata niaganya, pungutan-pungutan dan sebagainya akan dibenahi dengan membuat desk khusus.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads