"Harga beras September, untuk beras umum dan termurah naik masing-masing 0,33% dan 0,31% dibanding rata-rata harga bulan Agustus, Rp 9.535 per kg dan Rp 7.614 per kg. Minggu pertama September naik, beras umum 0,08% dan beras murah 0,12%," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo, di kantornya, Jakarta, Rabu (14/9/2011).
Data Kemendag juga menyatakan, harga beras rata-rata bulan Agustus mengalami kenaikan Rp 9.296 per kg menjadi 9.504 per kg. Kenaikan disebabkan oleh permintaan puasa dan lebaran. Siklus musiman berakhirnya panen raya di beberapa sentra produksi dan minimnya pertumbuhan produksi beras. Berdasarkan ARAM (angka ramalan) II yang hanya meningkat 2.4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi pasar yang telah ditetapkan pemerintah di pulau Jawa Rp 6.100 per kg, dan luar pulau Jawa Rp 6.200 per kg," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini terdapat 15 wilayah sentra produksi beras. Dengan neraca surplus, diharapkan beras bisa didistribusikan kepada wilayah yang mengalami kekurangan.
Sepanjang Januari hingga September, pemerintah sendiri telah menggelar operasi pasar sebanyak 182.500 ton. Ini terbagi secara rata antara operasi pasar beras medium dan beras premium.
Sementara itu Sekjen Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman menambahkan operasi pasar yang terbukti efektif menekan harga beras adalah program pemberian beras raskin sebanyak 250 ribu ton per bulan. "Ini siklus bulanan dan terbukti menjaga harga beras," tegasnya.
Pemerintah juga terus melakukan impor beras untuk menjaga stok beras Bulog. Sebanyak 800 ribu ton beras sudah masuk dalam agenda impor pemerintah di 2011.
"Sumber beras masih dari dua negara, Vietnam dan Thailand. Dan tidak tertutup dari negara lain. Masuknya beras adalah sesuai yang kita butuhkan. Kemudian impor juga langsung masuk gudang Bulog, bukan ke pasar umum. Ini untuk penguatan stok pemerintah," imbuhnya.
(wep/hen)











































